-
Jay Idzes gagal tampil maksimal saat Sassuolo kalah telak 0-5 dari Inter Milan semalam.
-
Pertahanan Sassuolo sangat rapuh mengantisipasi bola mati hingga kebobolan lima gol oleh Nerazzurri.
-
Kartu merah Nemanja Matic memperparah kondisi Sassuolo yang sudah tertekan sejak menit awal laga.
Lini pertahanan tuan rumah tampak tidak siap mengantisipasi skema bola mati yang dilancarkan Inter Milan.
Dua gol yang bersarang ke gawang Sassuolo justru berasal dari situasi bola mati yang sangat berbahaya.
Padahal sektor tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab penuh bagi Jay Idzes dan rekannya Tarik Muharemovic.
Ketidakmampuan koordinasi mereka membuat Yann Bisseck dan Manuel Akanji bisa mencetak gol lewat sundulan kepala.
Inter Milan benar-benar memanfaatkan celah di udara untuk merobek jala gawang Sassuolo dalam pertandingan tersebut.
Awalnya laga ini sempat terlihat akan berjalan sengit dan kompetitif bagi kedua belah pihak.
Namun segalanya berubah drastis ketika gol pembuka tim tamu tercipta pada menit ke sepuluh laga.
Sassuolo seolah kehilangan arah dan sangat kesulitan untuk keluar dari tekanan yang diberikan tim lawan.
Kondisi tim semakin memburuk setelah mereka harus bermain dengan sepuluh orang pemain di lapangan hijau.
Baca Juga: John Herdman Blusukan ke Ruang Ganti Persib dan Diskusi dengan 3 Pilar Timnas Indonesia
Gelandang senior Nemanja Matic harus keluar lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah menit 55.
Meski kartu merah memperburuk keadaan namun kerapuhan pertahanan tim sudah terlihat sejak awal babak pertama.
Inter Milan yang tampil sangat dominan akhirnya menutup pertandingan dengan koleksi lima gol tanpa balas.
Lima gol kemenangan tim asuhan Simone Inzaghi tersebut dibagi rata oleh para pemain depan dan belakang.
Pesta gol tim tamu dicetak oleh Aurel Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji dan Luis Henrique.
Hasil ini membuat Sassuolo harus segera berbenah jika ingin tetap bersaing di kompetisi kasta tertinggi.
Bagi Jay Idzes pertandingan ini menjadi pelajaran berharga dalam karier profesionalnya di liga Italia.
Menghadapi tim raksasa seperti Inter Milan memang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi sepanjang waktu pertandingan berlangsung.
Ia dituntut untuk lebih agresif dalam melakukan duel fisik guna memutus aliran serangan dari lawan.
Kekalahan ini diharapkan tidak meruntuhkan mentalitas sang pemain yang menjadi tumpuan di lini belakang Indonesia.
Publik tanah air tentu berharap Idzes bisa segera bangkit pada pertandingan-pertandingan Serie A berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey