- Indonesia ditunjuk AFF menjadi tuan rumah Piala AFF U-16 dan U-19 tahun 2026 dengan opsi penyelenggaraan di luar Jawa.
- Piala AFF U-16 2026 berlangsung April, sedangkan U-19 2026 digelar Juni; PSSI mempertimbangkan Medan dan Balikpapan.
- Penyelenggaraan di luar Jawa terkendala ketersediaan minimal dua stadion yang layak sesuai syarat PSSI.
Suara.com - Indonesia resmi ditunjuk AFF sebagai tuan rumah Piala AFF U-16 2026 dan Piala AFF U-19 2026. Nah, ada opsi kejuaraan itu berlangsung di luar Jawa seperti Medan, Sumatera Utara.
Namun hingga kini PSSI masih belum menetapkan kota penyelenggara untuk dua turnamen kelompok usia tersebut.
Adapun Piala AFF U-16 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–23 April 2026. Sementara Piala AFF U-19 2026 akan digelar pada 1–14 Juni 2026.
Nah, biasanya sejumlah turnamen sepak bola resmi nyaris selalu diselenggarakan di Pulau Jawa. Ini berkaitan dengan infrastruktur yang ada di kota tersebut.
Pada edisi 2024, PSSI menggelar dua turnamen tersebut di Pulau Jawa. Piala AFF U-16 berlangsung di Solo, Jawa Tengah, sedangkan Piala AFF U-19 digelar di Surabaya, Jawa Timur.
Untuk edisi 2026, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menginginkan adanya pemerataan lokasi penyelenggaraan.
Salah satu kota yang disebut berpeluang menjadi tuan rumah adalah Medan, Sumatera Utara. Arya menilai atmosfer sepak bola di kota tersebut sangat mendukung seperti ketika gelaran Piala Kemerdekaan 2025.
"Belum tahu (Piala AFF U-16 dan U-19) main di mana. Tapi di Medan seru kali ya,” kata Arya Sinulingga di GBK Arena, Jakarta, Senin (10/2/2026).
Arya menjelaskan, penyelenggaraan Piala AFF U-16 dan U-19 mensyaratkan ketersediaan minimal dua stadion yang layak.
Baca Juga: Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
Nah, inilah yang masih menjadi catatan PSSI untuk menyelenggarakan ajang ini di luar Jawa.
"Kita butuh dua stadion. Mudah-mudahan Wali Kota Medan bisa mempercepat stadionnya," tegasnya.
"Kalau Stadion Teladan selesai, itu keren juga kalau di Medan,” ia menambahkan.
Ia menambahkan, pengalaman Medan sebagai tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025 menjadi modal kuat, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun animo penonton.
"Waktu Piala Kemerdekaan 2025, Medan sukses dan sangat bagus. Jadi sebenarnya punya modal,” ujar Arya Sinulingga.
"Jangan di Jawa teruslah. Kan enggak enak juga," ucapnya.
Selain Medan, Arya juga menyebut Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai alternatif lokasi lain. Kota tersebut dinilai memiliki infrastruktur yang memadai serta stadion representatif, salah satunya Stadion Batakan.
"Nanti bisa juga Balikpapan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Review Perfect Family: Keluarga Sempurna yang Ternyata Menyimpan Rahasia
-
Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau
-
3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang
-
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi
-
Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK
-
Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat
-
Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo
-
Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare
-
Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh
-
Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?