- Ketua FFI, Michael Sianipar, mengakui keterbatasan finansial federasi dalam memberikan bonus bagi pemain berprestasi.
- Timnas Futsal Indonesia menjadi *runner-up* Piala Asia Futsal 2026 setelah sebelumnya meraih emas SEA Games 2025.
- Michael berharap pemerintah dan pihak swasta memberikan apresiasi layak setara dengan capaian membanggakan tersebut.
Suara.com - Prestasi gemilang Timnas Futsal Indonesia di level internasional belum sepenuhnya berbanding lurus dengan apresiasi yang diterima para pemain.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar, yang secara terbuka mengakui keterbatasannya dalam memberikan bonus kepada skuad Garuda Futsal.
Timnas Futsal Indonesia baru saja mencetak sejarah pada Piala Asia Futsal 2026. Bermain sebagai tuan rumah, tim asuhan Hector Souto tampil impresif hingga melangkah ke partai final dan mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah dari Iran.
Capaian tersebut semakin istimewa karena diraih kurang dari dua bulan setelah Timnas Futsal Indonesia mempersembahkan medali emas SEA Games 2025 di Thailand. Rentetan prestasi itu menempatkan futsal Indonesia dalam sorotan positif di kawasan Asia.
Namun di balik keberhasilan tersebut, persoalan bonus dan apresiasi masih menjadi tanda tanya. Michael mengaku tidak memiliki kapasitas finansial yang cukup untuk memberikan bonus secara langsung kepada para pemain.
"Ya, jadi kalau bicara soal bonus, ya saya juga bicara apa adanya. Saya juga ya harus jujur, saya mungkin kapasitasnya terbatas," kata Michael kepada awak media..
"Jadi, saya tentu berharap bahwa ada perhatian juga dari pemerintah layaknya seperti SEA Games 2025," jelasnya.
Ia menilai prestasi di Piala Asia Futsal 2026 memiliki bobot yang tidak kalah besar dibandingkan medali emas SEA Games. Karena itu, wajar jika para pemain berharap adanya bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.
"Menurut saya prestasi kita di Piala Asia Futsal tidak kalah hebat dari medali emas SEA Games. Tentu ini juga menjadi pertanyaan dari para pemain ya, ada juga yang sudah sampaikan ke saya bahwa mereka berharap ada apresiasi, begitu. Tapi kalau bicara saya, saya juga jujur saja sebagai Ketua FFI kapasitas saya terbatas," jelasnya.
Baca Juga: Target Piala Dunia 2028, FFI Mantap Pertahankan Hector Souto
Lebih lanjut, Michael menekankan pentingnya pengelolaan federasi yang profesional dan berkelanjutan. Ia menilai federasi olahraga seharusnya tidak bergantung pada kekuatan finansial pribadi ketuanya.
"Harapan saya ke depan ini federasi memang dikelola secara profesional. Bukan hanya orang-orang yang mungkin punya modal besar jadi Ketua, begitu,"
"Tapi kalau saya, ya keterbatasan saya, saya tidak sanggup memberikan bonus secara langsung. Tapi saya berharap dari swasta, dari sponsor-sponsor, dan tentunya perhatian dari pemerintah," jelasnya.
Menurut Michael, pencapaian Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026 adalah prestasi luar biasa yang pantas mendapat penghargaan.
Namun, ia juga menekankan bahwa apresiasi seharusnya diberikan secara merata kepada seluruh cabang olahraga yang berprestasi.
"Karena kita semua di sini mengakui kemarin itu sudah sangat luar biasa. Dan kita juga harus bisa terus memberikan apresiasi dan motivasi agar teman-teman Timnas Futsal Indonesia, dan menurut saya semua cabang olahraga," terangnya.
Berita Terkait
-
Target Piala Dunia 2028, FFI Mantap Pertahankan Hector Souto
-
Sanksi AFC Hantui Usai Gelaran Piala Asia Futsal 2026, PSSI Tegaskan Tak Banding
-
Efek Runner Up Piala Asia, 10 Klub Top Eropa Lirik Pemain Timnas Futsal Indonesia
-
Update Pencalonan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, Ternyata Ada Tantangan Berat
-
Jumlah Followers di IG Meledak! STY Minggir Dulu, Hector Souto Idola Baru Indonesia
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Real Madrid Belum Meyakinkan? Era Arbeloa Dinilai Masih Bayangi Warisan Xabi Alonso
-
Mati-matian Kalahkan Emil Audero Cs, Pelatih Atalanta Loncat Kegirangan
-
Gebrakan Baru PSSI Gandeng JFA, Kirim Wasit Negeri Sakura untuk Kawal Laga Liga Nusantara
-
Erwan Hendarwanto Resmi Dipinjamkan PSIM ke Garudayaksa FC
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026