- Felipe Melo, mantan gelandang Brasil, menyatakan ingin kembali ke Serie A suatu hari nanti sebagai pelatih.
- Melo menganggap duel Inter versus Juventus sangat krusial dan menyoroti peran penting Gleison Bremer bagi Juventus.
- Ia mengingat momen bersejarah ketika Galatasaray menyingkirkan Juventus dari Liga Champions tahun 2013.
Suara.com - Mantan gelandang timnas Brasil, Felipe Melo mengaku menikmati kariernya di Italia meski penuh pasang surut. Ia pernah memperkuat Fiorentina, Juventus, dan Inter Milan.
Melo mengatakan bahwa ia berkeinginan suatu hari nanti bisa kembali ke pentas Serie A dengan status sebagai seorang pelatih.
“Suatu hari saya akan kembali sebagai pelatih. Tim saya akan bermain dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki,” ujarnya dikutip dari Football Italia.
Ia menyebut beberapa pelatih yang menginspirasinya, mulai dari Cesare Prandelli yang disebutnya sebagai maestro taktik, Roberto Mancini yang memiliki hubungan spesial dengannya, hingga Unai Emery dan Fernando Diniz.
Melo bahkan mempertanyakan mengapa Mancini melatih di Qatar dan bukan di Italia.
Baginya, Mancini adalah salah satu pelatih terbaik di Eropa dan sosok penting di balik kesuksesan Galatasaray kala itu.
Membahas bigmatch Inter vs Juventus akhir pekan ini di Serie A, Felipe Melo menilai duel ini sangat krusial terutama bagi Bianconeri.
“Spalletti adalah pelatih yang sempurna untuk Juventus. Ia terbiasa menang dan tim sangat mencerminkan karakternya,” katanya.
Meski Inter tampil impresif dan konsisten meraih hasil positif, Melo melihat Juventus sedikit lebih diunggulkan dalam satu pertandingan.
Baca Juga: Terpuruk bersama Spurs, Inter Milan dan Juventus Siap Tampung Guglielmo Vicario
Ia juga memberi perhatian khusus kepada Marcus dan Khephren Thuram.
“Hati-hati dengan dua Thuram. Mereka bisa lebih menentukan dibanding Lautaro dan Yildiz.”
Selain itu, ia memuji Piotr Zielinski sebagai pemain yang sangat berharga dan menyebut Gleison Bremer sebagai pilar utama pertahanan Juventus.
“Kalau Bremer menurun, Juventus akan sangat kehilangan di lini belakang,” tegasnya.
Felipe Melo juga mengingat momen bersejarah saat Galatasaray menyingkirkan Juventus di Liga Champions 2013.
Saat itu, Juventus yang dilatih Antonio Conte difavoritkan lolos dari fase grup, namun justru tersingkir usai kalah dramatis di Istanbul dalam laga bersalju yang penuh kontroversi.
“Juventus terlalu percaya diri. Mereka sudah merasa lolos,” kenangnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Terpuruk bersama Spurs, Inter Milan dan Juventus Siap Tampung Guglielmo Vicario
-
Emil Audero Ungkap Alasan Lanjutkan Laga Saat Jadi Korban Petasan Lawan Inter Milan
-
Bigmatch Inter Milan Vs Juventus: Chivu Siapkan Senjata Rahasia di Derby dItalia
-
Conceicao Tegas Setia di Juventus, Tapi Frustrasi Minim Gol: Ini Hanya Soal Waktu!
-
Kontrak di Juventus Tak Jelas, Barcelona Siap Tampung Dusan Vlahovic Asal Mau Potong Gaji
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Kabar Terbaru Striker Keturunan Indonesia Zico Soree yang Dicampakkan Shin Tae-yong
-
Bos Klub Belanda Ungkap Ada Pemain Keturunan Indonesia dari Kampung tapi Skill Kota, Siapa Dia?
-
Bayern Munich Siap Gelontorkan Duit Rp1,2 Triliun Demi Rekrut Kiper Timnas Belanda
-
Direktur Ajax Puji Setinggi Langit Pemain Medan-Surabaya: Lincah dan Tak Kenal Takut
-
PSSI Ingin Naturalisasi Jenson Seelt? Wolfsburg Kirim Sinyal Bahaya, Pikirkan Masak-masak
-
Manchester City Menang 3-0, Erling Haaland Jadi Korban, Guardiola Santai tapi Was-was
-
Ibu Lahir di Indonesia, Bjorn Menzo Menanti Debut di Eredivisie, Minat Bela Merah Putih?
-
Polemik Superliga Berakhir, Presiden Real Madrid Florentino Perez Dibilang Sok Jagoan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Legenda Arsenal Sebut Gianluigi Donnarumma Kiper Lebay dan Norak, Kenapa?