- Mantan pelatih Arda Guler, Serhat Pekmezci, mengungkapkan bahwa Guler menjadi korban perundungan oleh rekan setimnya di Real Madrid.
- Pekmezci menuding perundungan ini disebabkan oleh sekelompok pemain dengan ego besar yang tidak menerima kehadiran pemain muda Turki tersebut.
- Insiden Guler berteriak "Why always me?" saat diganti pada laga melawan Benfica menjadi indikasi kesabarannya telah mencapai batas.
Suara.com - Kabar kurang mengenakkan kembali datang dari ruang ganti Real Madrid. Pemain asal Turki, Arda Guler diduga jadi korban bullying di ruang ganti.
Fakta miris ini diungkap oleh eks pelatih Arda Guler, Serhat Pekmezci. Serhat Pekmezci mengungkap situasi yang disebutnya tidak sehat di dalam tim.
“Meski Real Madrid adalah megaklub, Arda Guler mengalami perundungan. Bukan karena dia mengeluh kepada saya, tetapi dia sudah tahu ini akan terjadi. Saya menyuruhnya untuk bersabar,” ujar Pekmezci dikutip dari Marca.
Ia bahkan menuding adanya kelompok pemain dengan ego besar yang tidak menerima kehadiran Guler.
“Perundungan itu datang dari para pemain. Ada grup di sana yang belum bisa menerima Arda. Sayangnya, mereka adalah pemain dengan ego yang sangat besar,” tambahnya.
Situasi memanas saat Real Madrid menghadapi Benfica bulan lalu. Guler yang tampil cukup baik justru ditarik keluar pada 15 menit akhir pertandingan dan digantikan Brahim Diaz.
Kamera menangkap Guler berteriak ke arah bangku cadangan, “Why always me?” (Kenapa selalu saya?).
Menurut Pekmezci, momen itu menjadi bukti bahwa kesabaran sang pemain mulai menipis.
“Arda sangat sabar dan sadar situasi. Tapi bahkan dia mulai memberontak dan berpikir, ‘Kenapa selalu saya?’,” jelasnya.
Baca Juga: Taktik Cerdas Real Madrid Tambah Pundi-pundi Uang, Jual Pemain Muda Raup Untung Rp220 M
Pekmezci juga membuat klaim mengejutkan lain. Ia menyebut ego di ruang ganti Madrid turut berperan dalam hengkangnya Xabi Alonso.
“Klopp sudah mengatakan beberapa pemain harus pergi agar dia bisa datang. Itulah sebabnya Xabi Alonso juga pergi,” ungkapnya.
Secara teknis, Guler dinilai paling efektif ketika bermain bebas di sepertiga akhir lapangan. Namun di Real Madrid, banyak pemain yang juga membutuhkan kebebasan serupa.
Di bawah Alvaro Arbeloa, Xabi Alonso, hingga Carlo Ancelotti, Guler kesulitan menemukan peran tetap dalam sistem permainan.
Meski bakatnya tak diragukan, persaingan ketat dan dinamika ruang ganti membuat perjalanan Arda Guler di Real Madrid belum sepenuhnya mulus.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Taktik Cerdas Real Madrid Tambah Pundi-pundi Uang, Jual Pemain Muda Raup Untung Rp220 M
-
Polemik Superliga Berakhir, Presiden Real Madrid Florentino Perez Dibilang Sok Jagoan
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas! David Alaba Frustasi dengan Kebijakan Arbeloa
-
Real Madrid Banyak Protes Soal Wasit, Presiden Interim Barcelona Kasih Sindiran Menohok
-
Sidoel yang Bukan Anak Betawi Kini Main di Bekas Klub Legenda Real Madrid, Dilatih Eks AC Milan
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Timnas Indonesia Diambang Sejarah Jelang Hadapi Bulgaria di GBK
-
Manchester United Targetkan Elliot Anderson untuk Bursa Transfer Musim Panas
-
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Faktanya, Bulgaria Punya 3 Senjata Mengerikan!
-
Jose Mourinho Sebatas Rumor, Newcastle United Tegaskan Posisi Eddie Howe Aman
-
Bernardo Silva Ajukan Permintaan Transfer, Ingin Gabung Barcelona
-
Manchester United Incar Gelandang Juventus Khephren Thuram
-
Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain
-
Berpotensi Meroket, Ini Hitung-hitungan Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Kalahkan Bulgaria
-
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria, Erick Thohir Sampaikan Wejangan
-
Jelang Final FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Punya 3 Fakta Menarik!