- Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, terancam sanksi FA karena pernyataan kontroversial tentang imigran di Inggris.
- Ratcliffe menyebut Inggris dijajah imigran, memicu kecaman keras dari PM Keir Starmer yang menuntut permintaan maaf.
- Meski meminta maaf, FA meninjau ucapan Ratcliffe untuk potensi pelanggaran yang dapat mencoreng citra sepak bola Inggris.
Suara.com - Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, terancam menghadapi sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah melontarkan pernyataan kontroversial terkait imigran di Inggris.
Ratcliffe menuai kecaman luas usai menyebut bahwa Inggris telah dijajah oleh imigran dalam sebuah wawancara dengan Sky News.
Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
FA dikabarkan tengah meninjau pernyataan Ratcliffe untuk menilai apakah komentarnya berpotensi mencoreng nama baik sepak bola Inggris.
Jika dianggap melanggar aturan, badan tertinggi sepak bola Inggris itu bisa membuka investigasi resmi dan menjatuhkan sanksi.
Meski denda finansial bukan masalah besar bagi miliarder pendiri INEOS tersebut, potensi hukuman tetap menjadi sorotan dan dinilai bisa mencoreng reputasinya sebagai figur penting di Manchester United.
Dalam wawancara tersebut, Ratcliffe menyinggung jumlah imigran dan beban ekonomi Inggris. Ia juga menyebut populasi Inggris meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, data Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan angka populasi yang berbeda dari klaim Ratcliffe.
Perdana Menteri Keir Starmer langsung bereaksi melalui media sosial X.
Baca Juga: Angkat Topi untuk Benjamin Sesko tapi Carrick Akui Lini Depan Manchester United Tumpul
“Ofensif dan salah. Inggris adalah negara yang bangga, toleran, dan beragam. Jim Ratcliffe harus meminta maaf,” tulis Starmer.
Juru bicara Downing Street juga menyebut pernyataan tersebut dapat memecah belah masyarakat.
Menanggapi polemik yang berkembang, Ratcliffe mengeluarkan pernyataan resmi. Ia meminta maaf jika pilihan katanya menyinggung sebagian pihak.
“Saya menyesal jika pilihan bahasa saya menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya.
Ratcliffe menegaskan bahwa maksudnya adalah menyoroti pentingnya kebijakan imigrasi yang terkontrol dan selaras dengan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta investasi keterampilan.
“Sangat penting untuk menjaga debat terbuka tentang tantangan yang dihadapi Inggris,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Jose Mourinho Pasang Badan untuk Arteta! Sebut Kritik ke Arsenal Hal Tak Masuk Akal
-
Pesan Terakhir Istri Pemain Argentina Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Anak di Gempa Venezuela
-
Ada Final Kepagian! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Dari Anime ke Dunia Nyata: Duel Jepang vs Brasil Seperti Episode Terakhir Captain Tsubasa
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Cetak 6 Gol, Messi Jaga Jarak dari Dembele, Mbappe dan Haaland
-
Inggris Lolos sebagai Juara Grup, Thomas Tuchel Malah Pusing Gara-gara Krisis Ini
-
4 Tahun Kerja Keras Berbuah Manis, Kisah Timnas Kongo Guncang Piala Dunia 2026
-
Video 5 Gol Free Kick Terbaik Lionel Messi: 71 Gol Lewat Tendangan Bebas
-
19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo
-
Piala Dunia Itu Kejam! Pesan Mendalam Fabio Cannavaro Usai Timnas Uzbekistan Tersingkir