Bola / Bola Dunia
Kamis, 12 Februari 2026 | 21:07 WIB
Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, terancam menghadapi sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah melontarkan pernyataan kontroversial terkait imigran di Inggris [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, terancam sanksi FA karena pernyataan kontroversial tentang imigran di Inggris.
  • Ratcliffe menyebut Inggris dijajah imigran, memicu kecaman keras dari PM Keir Starmer yang menuntut permintaan maaf.
  • Meski meminta maaf, FA meninjau ucapan Ratcliffe untuk potensi pelanggaran yang dapat mencoreng citra sepak bola Inggris.

Suara.com - Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, terancam menghadapi sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah melontarkan pernyataan kontroversial terkait imigran di Inggris.

Ratcliffe menuai kecaman luas usai menyebut bahwa Inggris telah dijajah oleh imigran dalam sebuah wawancara dengan Sky News.

Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

FA dikabarkan tengah meninjau pernyataan Ratcliffe untuk menilai apakah komentarnya berpotensi mencoreng nama baik sepak bola Inggris.

Jika dianggap melanggar aturan, badan tertinggi sepak bola Inggris itu bisa membuka investigasi resmi dan menjatuhkan sanksi.

Meski denda finansial bukan masalah besar bagi miliarder pendiri INEOS tersebut, potensi hukuman tetap menjadi sorotan dan dinilai bisa mencoreng reputasinya sebagai figur penting di Manchester United.

Dalam wawancara tersebut, Ratcliffe menyinggung jumlah imigran dan beban ekonomi Inggris. Ia juga menyebut populasi Inggris meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, data Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan angka populasi yang berbeda dari klaim Ratcliffe.

Perdana Menteri Keir Starmer langsung bereaksi melalui media sosial X.

Baca Juga: Angkat Topi untuk Benjamin Sesko tapi Carrick Akui Lini Depan Manchester United Tumpul

“Ofensif dan salah. Inggris adalah negara yang bangga, toleran, dan beragam. Jim Ratcliffe harus meminta maaf,” tulis Starmer.

Juru bicara Downing Street juga menyebut pernyataan tersebut dapat memecah belah masyarakat.

Menanggapi polemik yang berkembang, Ratcliffe mengeluarkan pernyataan resmi. Ia meminta maaf jika pilihan katanya menyinggung sebagian pihak.

“Saya menyesal jika pilihan bahasa saya menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya.

Ratcliffe menegaskan bahwa maksudnya adalah menyoroti pentingnya kebijakan imigrasi yang terkontrol dan selaras dengan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta investasi keterampilan.

“Sangat penting untuk menjaga debat terbuka tentang tantangan yang dihadapi Inggris,” tambahnya.

Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, menyebut komentar Ratcliffe “tidak akurat, menghina, dan provokatif”.

Sementara itu, Manchester United Supporters Trust menegaskan bahwa tidak ada suporter yang boleh merasa terpinggirkan karena ras, agama, kewarganegaraan, atau latar belakang.

“Pernyataan dari pimpinan klub seharusnya mempersatukan, bukan memarginalkan,” tulis pernyataan mereka.

Kontributor: M.Faqih

Load More