Bola / Bola Dunia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:18 WIB
Kiper keturunan Indonesia, Tony Kouwen jalani trial bersama Atletico Madrid. (Instagram/@teamnio_sportmanagement)
Baca 10 detik
  • Penjaga gawang muda berdarah Indonesia, Tony Kouwen, mendapatkan kesempatan uji coba bersama Atletico Madrid sepekan.
  • Tony Kouwen, lahir di Belanda 2009, memiliki darah Indonesia dari kakek yang berasal dari Bali.
  • Sebelumnya, kiper 16 tahun ini bermain untuk tim FC Dordrecht U-15 setelah mengasah bakatnya di beberapa klub Eropa.

Suara.com - Kabar membanggakan datang dari Eropa yang bisa menjadi angin segar bagi masa depan Timnas Indonesia.

Seorang penjaga gawang muda berbakat yang memiliki darah Indonesia, Tony Kouwen dilaporkan mendapatkan kesempatan emas untuk menjalani masa uji coba atau trial bersama salah satu klub top dunia, Atletico Madrid.

Kabar ini pertama kali diungkap oleh akun Instagram @futboll.indonesiaa, yang melaporkan bahwa Tony mendapat kesempatan langka untuk unjuk gigi di hadapan staf kepelatihan Los Rojiblancos selama sepekan.

"Kiper berdarah Indonesia, Tony Kouwen mendapatkan undangan trial bersama Atletico Madrid selama satu minggu," tulis laporan tersebut.

Lahir di Belanda pada 4 Oktober 2009, Tony Kouwen kini baru berusia 16 tahun. Namun, di usianya yang masih sangat belia, ia sudah berhasil menarik perhatian klub sekelas Atletico Madrid.

Koneksi Tony dengan tanah air datang dari garis keturunan sang ibu, Corrina Kouwen. Sang kakek diketahui lahir dan besar di Bali.

Dalam sebuah kesempatan, Tony sendiri mengonfirmasi ikatan keluarganya dengan Indonesia.

“Ya. Saya Kakek saya lahir dan besar di Bali. Tetapi saya dan orang tua saya lahir di Belanda, Saya bergabung dengan Dordrecht sejak umur 13 tahun,” bunyi unggahan akun @futboll.Indonesia.

Sebelum mendapat panggilan dari Atletico, Tony tercatat sebagai penjaga gawang untuk tim FC Dordrecht U-15, sebuah klub yang juga menjadi tempat bernaung bagi talenta Indonesia lainnya, Mahesa Ekayanto.

Perjalanannya di dunia sepak bola dimulai sejak usia 9 tahun bersama SC Welberg.

Bakatnya yang menonjol membuatnya sempat berkelana untuk berlatih di beberapa klub berbeda, termasuk di klub Belgia, Waasland-Beveren serta di RKVV Roosendaal dan NAC Breda, sebelum akhirnya berlabuh di FC Dordrecht.

Kemudian kiper muda ini sempat pindah ke ADO Den Haag serta membela Feyenoord U-17.

Dilansir dari laman SC Welberg, kiper muda yang mengidolakan Justin Bijlow dan klub Feyenoord Rotterdam ini tinggal di Steenbergen bersama kedua orang tuanya, Toon Kouwen dan Corrina Kouwen.

Kesempatan trial di Atletico Madrid ini menjadi loncatan besar dalam kariernya dan membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk memantau salah satu talenta diaspora paling menjanjikan saat ini.

Load More