-
Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam memperkuat hubungan sepak bola Indonesia dan Belanda.
-
Kennynho Kasanwirjo memiliki darah Jawa-Suriname dan kini menjadi andalan di skuad Jong Ajax.
-
Damian van der Vaart mewarisi darah Indonesia dari ibunya dan kini membela Ajax junior.
Suara.com - Dunia sepak bola tanah air sedang diramaikan dengan kabar kedatangan kiper utama Timnas Indonesia, Maarten Paes, ke klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam.
Langkah besar ini menegaskan kembali hubungan historis yang sangat kuat antara klub berjuluk De Godenzonen tersebut dengan talenta asal Indonesia.
Namun, perhatian publik kini mulai bergeser pada keberadaan dua pemain muda di level junior Ajax yang ternyata memiliki garis keturunan Nusantara.
Fenomena ini memicu spekulasi positif mengenai peluang keduanya untuk menyusul langkah Maarten Paes berseragam Merah Putih di masa depan.
Mari kita bedah profil dua pemain berbakat tersebut yang saat ini sedang menimba ilmu di akademi elite Amsterdam.
Talenta Muda Kennynho Kasanwirjo di Jong Ajax
Nama pertama yang mencuri perhatian adalah Kennynho Kasanwirjo yang merupakan adik kandung dari pemain profesional Neraysho Kasanwirjo.
Keluarga besar Kasanwirjo dikenal luas memiliki akar keturunan Suriname-Jawa yang sangat kental dalam identitas mereka.
Saat ini, Kennynho menjadi salah satu pilar penting bagi tim Jong Ajax di bawah arahan pelatih kepala Oscar Garcia.
Baca Juga: Maarten Paes Penuhi Syarat Bela Ajax, Derbi Indonesia Bisa Tercipta
Meskipun lahir di Belanda, ia tumbuh besar dalam sistem pembinaan sepak bola paling bergengsi milik Ajax Amsterdam.
Garis keturunannya berasal dari komunitas Jawa di Suriname yang kemudian memutuskan untuk bermigrasi dan menetap di Belanda.
Rekam Jejak Prestasi Kasanwirjo di Level Junior
Statistik menunjukkan bahwa Kennynho adalah pemain yang sangat produktif dan konsisten di lapangan hijau sejak musim lalu.
Tercatat ia telah mengantongi lebih dari 30 penampilan saat masih membela skuad Ajax U-17 pada kompetisi musim sebelumnya.
Memasuki musim ini, performanya semakin menanjak dengan catatan 6 pertandingan yang sudah ia jalani bersama tim Jong Ajax.
Bakat besarnya bahkan sudah terendus oleh federasi sepak bola Belanda, KNVB, yang kemudian memanggilnya ke tim nasional.
Ia secara resmi pernah memperkuat Timnas Belanda U-15 setelah mendapat panggilan dari pelatih Maurice Hagebeuk pada Maret 2023.
Sosok Damian van der Vaart di Lini Tengah
Selanjutnya ada nama Damian van der Vaart yang berposisi sebagai gelandang tengah di skuad muda Ajax Amsterdam.
Damian bukan orang sembarangan karena ia merupakan putra dari mantan bintang Real Madrid dan timnas Belanda, Rafael van der Vaart.
Kehadirannya di lini tengah Jong Ajax memberikan stabilitas permainan yang luar biasa bagi tim junior raksasa Belanda tersebut.
Sejauh ini, pemuda berbakat ini telah mencatatkan total 15 penampilan kompetitif yang menunjukkan kematangan bermainnya di lapangan.
Ia lahir di Belanda pada tanggal 28 Mei 2006 dan kini digadang-gadang sebagai calon bintang besar masa depan.
Akar Keturunan Indonesia dari Sang Ibu
Darah Indonesia yang mengalir di tubuh Damian berasal dari ibunya yang merupakan figur publik ternama bernama Sylvie Meis.
Setelah ditelusuri lebih dalam, Sylvie Meis ternyata memiliki ayah yang berstatus sebagai seorang keturunan Belanda-Indonesia.
Hubungan antara Sylvie Meis dan Rafael van der Vaart dimulai saat mereka melangsungkan pernikahan pada 10 Juni 2005.
Satu tahun setelah pernikahan tersebut, tepatnya di tahun 2006, lahirah putra mereka yang diberi nama Damian Rafael van der Vaart.
Sylvie Meis sendiri dikenal luas sebagai seorang model profesional dan selebriti papan atas yang sangat populer di Jerman.
Potensi Naturalisasi dan Masa Depan Timnas Garuda
Kehadiran Kennynho dan Damian di Ajax tentu memberikan harapan baru bagi pengembangan skuad Timnas Indonesia di kancah internasional.
Kedua pemain ini memiliki profil yang sangat ideal untuk mengikuti program naturalisasi jika mereka berminat membela tanah leluhur.
Keberhasilan Maarten Paes menembus skuad utama Ajax bisa menjadi jembatan komunikasi bagi PSSI untuk memantau bakat-bakat ini.
Pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa akan menjadi modal berharga bagi mereka jika kelak memutuskan untuk membela Garuda.
Kini publik sepak bola nasional hanya perlu menunggu apakah keduanya akan menyusul jejak para pemain keturunan lainnya ke Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Daftar Pemain Muda Bergelar Pemain Terbaik di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir
-
Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC
-
John Herdman Dapat Kabar Baik Jelang FIFA Matchday, Nathan Tjoe-A-On Bersinar di Willem II
-
Harry Kane Balas Dendam di Piala Dunia 2026, Kenang Gagal Penalti di Al Bayt
-
Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United
-
Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional
-
Persik Kediri vs Persija: Marcos Reina Siap Beri Kado Kemenangan untuk Persikmania
-
Nyali Besar Timnas Yordania Tantang Argentina: Lionel Messi Bukanlah Sosok Menakutkan
-
Kejar Tayang Final Liga Champions, Jurrien Timber Jadi Harapan Arteta Atasi Krisis Bek
-
Bikin Heboh! Eks Kiper Timnas Belanda Beri Kode Pensiun di Indonesia, Apa Alasannya?