-
Ferran Syarif Alinegara adalah kiper muda ADO Den Haag yang memiliki darah Serang dan Manado.
-
Ia tetap menjalankan ibadah puasa meskipun harus berlatih dan bertanding di level kompetisi elit.
-
Bakatnya menarik perhatian setelah berhasil membawa timnya promosi ke kasta tertinggi liga remaja.
Suara.com - Panggung sepak bola Belanda kembali melahirkan talenta pemain keturunan muda berbakat yang memiliki keterikatan batin dengan tanah air Indonesia.
Nama Ferran Syarif Alinegara kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemandu bakat berkat kemampuannya yang sangat menonjol.
Remaja berusia 16 tahun tersebut saat ini tengah menempa karier profesionalnya bersama tim akademi ADO Den Haag.
Potensinya yang besar membuat banyak pihak menilai bahwa Ferran layak masuk dalam radar pemantauan intensif pihak PSSI.
Kehadirannya di kancah sepak bola Eropa memberikan harapan baru bagi masa depan lini pertahanan tim nasional Garuda.
Menariknya Ferran tidak hanya dikenal karena ketangkasannya di lapangan hijau namun juga ketaatannya dalam menjalankan prinsip agama.
Sebagai seorang Muslim yang berkarier di lingkungan mayoritas non-Muslim ia menghadapi tantangan yang tidak mudah setiap harinya.
Ujian terberat muncul ketika bulan Ramadan tiba di mana ia harus tetap menjaga performa di bawah mistar.
Meskipun jadwal latihan dan pertandingan sangat padat Ferran memilih untuk tidak meninggalkan kewajiban ibadah puasa yang ia yakini.
Baca Juga: Aksi Brutal Pemain Keturunan Nias Bikin Legenda Liverpool Ngamuk: Harusnya Kartu Merah!
Kondisi fisik yang terkuras saat berpuasa tidak menjadi penghalang bagi pemuda kelahiran Zoetermeer ini untuk tampil maksimal.
Mengenai tantangan ganda sebagai atlet dan penganut agama yang taat Ferran memberikan penjelasan yang sangat mendalam.
Ia mengakui bahwa menyeimbangkan dua dunia tersebut memerlukan kekuatan mental yang luar biasa besar dan disiplin tinggi.
“Kondisi ini memang berat, tapi saya tetap berusaha menjalankan kewajiban saya sebagai Muslim,” ujar Ferran.
Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan berpikir sang pemain meskipun usianya tergolong masih sangat belia untuk tekanan setinggi itu.
Semangatnya yang tidak pernah padam membuktikan bahwa profesionalisme dan iman bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Gol Penalti Tim Tamu Tumbangkan Garuda
-
Harry Maguire Berpeluang Susul Casemiro Tinggalkan Manchester United
-
Cetak Gol dari Penalti, Timnas Indonesia Tertinggal 0-1 dari Bulgaria di Babak Pertama
-
Casemiro Tolak Permintaan Fans Manchester United untuk Bertahan di Old Trafford
-
Persib Bandung Punya Sembilan Laga Sisa, Jupe: Fokus Laga demi Laga
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bulgaria: John Herdman Rombak Skuad!
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
-
Membedah Taktik 4-4-2 Hybrid John Herdman, Efektif Bawa Timnas Indonesia Hajar Bulgaria?
-
Timnas Indonesia Diambang Sejarah Jelang Hadapi Bulgaria di GBK