Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:49 WIB
Ferran Syarif Alinegara (nstagram)
Baca 10 detik
  • Ferran Syarif Alinegara adalah kiper muda ADO Den Haag yang memiliki darah Serang dan Manado.

  • Ia tetap menjalankan ibadah puasa meskipun harus berlatih dan bertanding di level kompetisi elit.

  • Bakatnya menarik perhatian setelah berhasil membawa timnya promosi ke kasta tertinggi liga remaja.

Suara.com - Panggung sepak bola Belanda kembali melahirkan talenta pemain keturunan muda berbakat yang memiliki keterikatan batin dengan tanah air Indonesia.

Nama Ferran Syarif Alinegara kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemandu bakat berkat kemampuannya yang sangat menonjol.

Remaja berusia 16 tahun tersebut saat ini tengah menempa karier profesionalnya bersama tim akademi ADO Den Haag.

Potensinya yang besar membuat banyak pihak menilai bahwa Ferran layak masuk dalam radar pemantauan intensif pihak PSSI.

Kehadirannya di kancah sepak bola Eropa memberikan harapan baru bagi masa depan lini pertahanan tim nasional Garuda.

Menariknya Ferran tidak hanya dikenal karena ketangkasannya di lapangan hijau namun juga ketaatannya dalam menjalankan prinsip agama.

Sebagai seorang Muslim yang berkarier di lingkungan mayoritas non-Muslim ia menghadapi tantangan yang tidak mudah setiap harinya.

Ujian terberat muncul ketika bulan Ramadan tiba di mana ia harus tetap menjaga performa di bawah mistar.

Meskipun jadwal latihan dan pertandingan sangat padat Ferran memilih untuk tidak meninggalkan kewajiban ibadah puasa yang ia yakini.

Baca Juga: Aksi Brutal Pemain Keturunan Nias Bikin Legenda Liverpool Ngamuk: Harusnya Kartu Merah!

Kondisi fisik yang terkuras saat berpuasa tidak menjadi penghalang bagi pemuda kelahiran Zoetermeer ini untuk tampil maksimal.

Mengenai tantangan ganda sebagai atlet dan penganut agama yang taat Ferran memberikan penjelasan yang sangat mendalam.

Ia mengakui bahwa menyeimbangkan dua dunia tersebut memerlukan kekuatan mental yang luar biasa besar dan disiplin tinggi.

“Kondisi ini memang berat, tapi saya tetap berusaha menjalankan kewajiban saya sebagai Muslim,” ujar Ferran.

Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan berpikir sang pemain meskipun usianya tergolong masih sangat belia untuk tekanan setinggi itu.

Semangatnya yang tidak pernah padam membuktikan bahwa profesionalisme dan iman bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Load More