Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:14 WIB
Tony Kouwen (Instagram)
Baca 10 detik
  • Kiper keturunan Bali Tony Kouwen jalani trial prestisius di klub raksasa Atletico Madrid.

  • Agen sebut kualitas dan fokus Tony Kouwen sangat bersinar selama masa magang tersebut.

  • Pemain berusia 16 tahun ini memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek asal Bali.

Suara.com - Kabar mengejutkan sekaligus membanggakan muncul dari ranah sepak bola Eropa mengenai talenta muda Indonesia, Kiper Keturunan Bali Tony Kouwen.

Seorang penjaga gawang berbakat yang memiliki garis keturunan Bali baru saja mendapatkan undangan prestisius.

Tony Kouwen secara resmi dilaporkan sedang menjalani masa uji coba atau trial bersama Atletico Madrid.

Kabar ini terungkap melalui informasi yang dibagikan oleh agensi sang pemain lewat kanal media sosial.

Pihak manajemen menyebut bahwa pemuda ini menunjukkan performa yang sangat impresif selama berada di Spanyol.

Agen sang pemain memberikan testimoni positif terkait perkembangan kliennya selama berada di markas Los Rojiblancos.

Kualitas teknis dan kekuatan mental Tony menjadi sorotan utama bagi para pemantau bakat di sana.

Kesan mendalam ini menjadi bukti bahwa sang kiper bukan sekadar pemain muda biasa di Eropa.

Bermain di level akademi klub raksasa Spanyol tentu membutuhkan standar yang sangat tinggi dan ketat.

Baca Juga: Dihajar 4 Gol di Babak Pertama, Hansi Flick Jabarkan Masalah Barcelona saat Hadapi Atletico

Keluarga dan agensi merasa sangat terhormat bisa mendampingi proses perkembangan karier sang penjaga gawang tersebut.

Mereka meyakini bahwa setiap langkah yang diambil Tony saat ini akan berdampak besar bagi masa depannya.

"Kami bangga bisa bersama Tony dalam perjalanannya, tidak hanya sekarang, tetapi dalam segala hal yang akan datang. Apapun hasilnya, ini adalah langkah besar dan berharga dalam kariernya," lanjut keterangan tersebut.

Tony Kouwen sendiri merupakan pemuda kelahiran Belanda yang baru saja menginjak usia 16 tahun.

Ia lahir pada tanggal 4 Oktober 2009 dan telah menekuni sepak bola sejak usia sangat dini.

Darah Indonesia yang mengalir di tubuh Tony berasal dari sang ibu yang bernama Corrina Kouwen.

Kakeknya merupakan sosok asli yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Pulau Dewata, Bali.

Fakta mengenai identitas ini sudah dikonfirmasi secara langsung oleh Tony melalui sebuah unggahan digital baru-baru ini.

“Kakek dari ibu saya adalah orang Bali. Keluarga ayah saya adalah orang Belanda dan sedikit Thailand tetapi tidak Thailand,” bunyi unggahan akun @pemaian_keturunan.

Hubungan emosional dengan Indonesia inilah yang membuat publik sepak bola tanah air mulai menaruh harapan besar.

Sebelum terbang ke Spanyol, Tony tercatat sebagai bagian dari skuad muda FC Dordrecht di kategori U-15.

Klub tersebut memang dikenal sebagai produsen pemain berbakat yang sering dilirik oleh tim-tim besar Eropa.

Karier sepak bola Tony dimulai saat ia masih berusia sembilan tahun ketika membela klub SC Welberg.

Seiring berjalannya waktu, bakatnya terus terasah hingga ia sempat singgah di beberapa klub lintas negara.

Ia pernah menimba ilmu di klub Belgia, Waasland-Beveren, serta beberapa tim Belanda seperti RKVV Roosendaal.

Selain itu, Tony juga tercatat pernah mencicipi atmosfer kepelatihan di NAC Breda serta ADO Den Haag.

Pengalaman yang paling mentereng adalah saat ia mendapatkan kesempatan untuk memperkuat tim Feyenoord U-17.

Rentetan pengalaman di berbagai akademi ternama ini membentuk karakter permainannya menjadi sangat matang di usia muda.

Kini, trial bersama Atletico Madrid menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan profesional sang kiper muda tersebut.

Meskipun statusnya masih dalam tahap pengujian, kesempatan berlatih di fasilitas elite dunia adalah keuntungan besar.

Situasi ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi penjaga gawang Timnas Indonesia di level internasional ke depannya.

Secara aturan, Tony sangat memungkinkan untuk diproses menjadi bagian dari skuad Garuda jika memang dibutuhkan pelatih.

Nama Tony Kouwen kemungkinan besar sudah masuk dalam buku catatan tim pemandu bakat PSSI di luar negeri.

Apalagi pelatih Timnas Indonesia saat ini sangat gemar memantau pemain muda potensial yang berkarier di liga-liga Eropa.

Jika proses adaptasi dan administrasi berjalan lancar, Tony bisa menjadi benteng pertahanan terakhir Indonesia di masa depan.

Publik berharap agar Tony bisa mendapatkan kontrak permanen atau setidaknya pengalaman maksimal selama berada di Madrid.

Keberadaannya di Spanyol membuktikan bahwa talenta keturunan Indonesia mampu bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Setiap menit latihan yang ia jalani bersama Atletico akan meningkatkan kapasitas teknik serta kepercayaan diri sang pemain.

Masa depan cerah menanti Tony Kouwen baik di level klub profesional maupun dalam seragam Merah Putih nanti.

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan karier sang "Kiper Bali" ini di kancah sepak bola internasional yang kompetitif.

Load More