-
Persib Bandung kalah 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar.
-
Layvin Kurzawa dan Sergio Castel menjalani debut namun belum menyatu dengan strategi tim.
-
Bojan Hodak meminta waktu bagi pemain baru untuk beradaptasi dan membangun chemistry kuat.
Suara.com - Langkah perdana Persib Bandung pada fase gugur kompetisi Asia musim ini harus berakhir dengan hasil mengecewakan.
Klub berjuluk Maung Bandung tersebut dipaksa menyerah saat bertamu ke markas wakil Thailand, Ratchaburi FC.
Sorotan tajam tertuju pada performa dua amunisi asing anyar yang baru saja diperkenalkan ke publik.
Layvin Kurzawa dan Sergio Castel akhirnya mencatatkan menit bermain perdana mereka berseragam biru di kancah internasional.
Namun, kehadiran dua bintang baru tersebut belum mampu menghindarkan tim dari kekalahan telak di laga tandang.
Bojan Hodak selaku nakhoda tim memberikan analisis mendalam terkait kontribusi dua pemain barunya tersebut di lapangan.
Juru taktik asal Kroasia ini melihat adanya jarak antara ekspektasi besar dan realitas di rumput hijau.
Meskipun memiliki profil mentereng, Kurzawa tampak masih kesulitan menemukan ritme permainan yang diinginkan oleh staf kepelatihan.
Hal serupa juga terlihat pada pergerakan Sergio Castel yang belum sepenuhnya sinkron dengan alur serangan tim.
Baca Juga: Nyali Petinggi Ratchaburi FC Ciut Intip Militansi Bobotoh Jelang Tandang ke Markas Persib Bandung
Kekalahan tiga gol tanpa balas menjadi rapor merah yang harus segera dievaluasi sebelum melakoni laga leg kedua.
Kedua pemain tersebut baru dimasukkan ke lapangan saat pertandingan memasuki paruh kedua sebagai upaya penyegaran.
Bojan Hodak mengakui bahwa pemahaman taktik antar pemain memang tidak bisa dibangun hanya dalam semalam.
Kurangnya chemistry antara pemain lama dan pemain baru menjadi kendala utama yang terlihat sepanjang babak kedua.
Stadion Ratchaburi menjadi saksi bisu betapa sulitnya koordinasi lini belakang dan depan saat pemain baru masuk.
Pelatih menegaskan bahwa proses integrasi pemain baru di tengah kompetisi yang ketat memiliki tantangan tersendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia
-
Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador
-
Mengenal Orlando Gill: Dari Jualan Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Amad Diallo Pantai Gading Tersingkir di Piala Dunia 2026: Pelajaran Mahal