Bola / Bola Dunia
Rabu, 01 Juli 2026 | 07:55 WIB
Pantai Gading tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Emerse Fae menyebut efektivitas peluang dan detail kecil menjadi pembeda. (Instagram/@emersefae)
Baca 10 detik
  • Pantai Gading tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia lewat gol Erling Haaland dan Antonio Nusa.
  • Emerse Fae menilai kegagalan memanfaatkan peluang serta kehilangan fokus pada momen-momen krusial menjadi penyebab utama kekalahan.
  • Meski gagal melaju ke babak 16 besar, Fae optimistis pengalaman di Piala Dunia 2026 akan menjadi bekal penting bagi perkembangan Pantai Gading.

Suara.com - Timnas Pantai Gading harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak meski kalah dari Norwegia.

Kekalahan tipis 1-2 di Stadion AT&T, Arlington, pada Selasa (30/6/2026) waktu setempat memastikan skuad berjuluk Les Éléphants gagal melaju ke babak 16 besar.

Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, menerima hasil tersebut dengan lapang dada. Namun, ia menyoroti kegagalan timnya memaksimalkan sejumlah peluang emas di depan gawang.

Menurut Fae, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.

"Begitulah sepak bola, saat mendapat peluang, Anda harus mencetak gol," ujar Emerse Fae, dikutip dari laman resmi FIFA.

Emerse Fae Soroti Detail Kecil

Pelatih Timnas Pantai Gading Emerse Fae (tengah) merayakan keberhasilan timnya menjuarai Piala Dunia 2023 setelah memenangkan laga final antara Pantai Gading dan Nigeria di Alassane Ouattara Olympic Stadium, Ebimpe, Abidjan, Pantai Gading, pada 11 Februari 2024. (AFP/ISSOUF SANOGO

Pantai Gading sebenarnya mampu menunjukkan mentalitas kuat setelah menyamakan kedudukan usai tertinggal lebih dahulu.

"Kami sudah berhasil melakukan hal yang sulit dengan menyamakan kedudukan, sayangnya kami kebobolan di akhir pertandingan dan itu sungguh disayangkan," tambah Fae.

Norwegia akhirnya memastikan kemenangan berkat gol Erling Haaland dan Antonio Nusa.

Baca Juga: Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo

Sementara itu, gol balasan Amad Diallo sempat menghidupkan harapan Pantai Gading, tetapi belum cukup untuk menghentikan langkah tim asuhan Ståle Solbakken.

Fae tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang terus berjuang hingga peluit panjang berbunyi.

Ia juga mengakui Norwegia tampil disiplin dan mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan.

"Di level ini, segalanya bergantung pada detail-detail kecil. Anda harus tetap fokus dari awal hingga akhir, siapa pun lawannya," tutur Fae.

Jadi Bekal Berharga untuk Masa Depan

Meski gagal melaju ke babak berikutnya, Fae menilai pengalaman tampil di Piala Dunia 2026 menjadi modal penting bagi perkembangan timnya.

Load More