- Pantai Gading tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia lewat gol Erling Haaland dan Antonio Nusa.
- Emerse Fae menilai kegagalan memanfaatkan peluang serta kehilangan fokus pada momen-momen krusial menjadi penyebab utama kekalahan.
- Meski gagal melaju ke babak 16 besar, Fae optimistis pengalaman di Piala Dunia 2026 akan menjadi bekal penting bagi perkembangan Pantai Gading.
Suara.com - Timnas Pantai Gading harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak meski kalah dari Norwegia.
Kekalahan tipis 1-2 di Stadion AT&T, Arlington, pada Selasa (30/6/2026) waktu setempat memastikan skuad berjuluk Les Éléphants gagal melaju ke babak 16 besar.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, menerima hasil tersebut dengan lapang dada. Namun, ia menyoroti kegagalan timnya memaksimalkan sejumlah peluang emas di depan gawang.
Menurut Fae, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.
"Begitulah sepak bola, saat mendapat peluang, Anda harus mencetak gol," ujar Emerse Fae, dikutip dari laman resmi FIFA.
Emerse Fae Soroti Detail Kecil
Pantai Gading sebenarnya mampu menunjukkan mentalitas kuat setelah menyamakan kedudukan usai tertinggal lebih dahulu.
"Kami sudah berhasil melakukan hal yang sulit dengan menyamakan kedudukan, sayangnya kami kebobolan di akhir pertandingan dan itu sungguh disayangkan," tambah Fae.
Norwegia akhirnya memastikan kemenangan berkat gol Erling Haaland dan Antonio Nusa.
Baca Juga: Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo
Sementara itu, gol balasan Amad Diallo sempat menghidupkan harapan Pantai Gading, tetapi belum cukup untuk menghentikan langkah tim asuhan Ståle Solbakken.
Fae tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang terus berjuang hingga peluit panjang berbunyi.
Ia juga mengakui Norwegia tampil disiplin dan mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan.
"Di level ini, segalanya bergantung pada detail-detail kecil. Anda harus tetap fokus dari awal hingga akhir, siapa pun lawannya," tutur Fae.
Jadi Bekal Berharga untuk Masa Depan
Meski gagal melaju ke babak berikutnya, Fae menilai pengalaman tampil di Piala Dunia 2026 menjadi modal penting bagi perkembangan timnya.
Berita Terkait
-
Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador
-
Kata-kata Amad Diallo Pantai Gading Tersingkir di Piala Dunia 2026: Pelajaran Mahal
-
Pantai Gading Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Akibat Lengah di Menit Akhir
-
Hasil Piala Dunia 2026, Prancis Lolos Perempat Final Usai Bantai Swedia 3-0
-
Mengenal Orlando Gill: Dari Jualan Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador
-
Mengenal Orlando Gill: Dari Jualan Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Amad Diallo Pantai Gading Tersingkir di Piala Dunia 2026: Pelajaran Mahal
-
Pantai Gading Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Akibat Lengah di Menit Akhir
-
Hasil Piala Dunia 2026, Prancis Lolos Perempat Final Usai Bantai Swedia 3-0
-
Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo
-
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar