Bola / Bola Dunia
Rabu, 01 Juli 2026 | 09:05 WIB
Brasil lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 usai bangkit mengalahkan Jepang 2-1. Carlo Ancelotti memuji kesabaran tim dan mengungkap rencana memasukkan Neymar. [Dok. IG Brasil]
Baca 10 detik
  • Ekonom Achim Klement gagal memprediksi hasil pertandingan Piala Dunia 2026 setelah model statistiknya tidak akurat.
  • Brasil mematahkan prediksi Klement dengan mengalahkan Jepang, sementara Maroko menyingkirkan tim unggulan Belanda melalui adu penalti.
  • Kegagalan prediksi tersebut menegaskan bahwa dinamika sepak bola di lapangan sulit ditebak melalui statistik maupun algoritma.

Suara.com - Prediksi sensasional ekonom Jerman Achim Klement akhirnya runtuh di Piala Dunia 2026.

Model statistik yang sebelumnya akurat kini gagal total setelah Brasil dan Maroko membalikkan semua proyeksinya dalam waktu kurang dari dua hari.

Klement sebelumnya dikenal sebagai ahli Piala Dunia karena sukses menebak juara dalam tiga edisi terakhir.

Namun, turnamen kali ini membuktikan bahwa sepak bola tetap sulit diprediksi.

Klement memprediksi Timnas Brasil akan tersingkir dari Jepang di fase gugur.

Prediksi itu sempat terlihat akurat saat Jepang unggul lebih dulu.

Namun pasukan Carlo Ancelotti bangkit. Dipimpin Casemiro dan Gabriel Martinelli, Selecao membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan yang sekaligus mematahkan salah satu prediksi utama Klement.

Timnas Belanda. (Instagram/OnsOranje)

Kejutan terbesar datang dari tersingkirnya Timnas Belanda.

Tim yang diprediksi menjadi juara itu kalah dramatis dari Timnas Maroko lewat adu penalti 2-3 setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Baca Juga: Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Belanda sempat unggul melalui Cody Gakpo. Namun Maroko menyamakan skor di menit akhir lewat gol Issa Diop yang memanfaatkan umpan silang Chemsdine Talbi.

Di babak adu penalti, kiper Yassine Bounou kembali menjadi pahlawan.

Ia menggagalkan eksekusi lawan dan membawa Maroko melaju ke babak berikutnya.

Kekalahan Belanda praktis mengakhiri skenario besar Klement.

Dalam prediksinya, Belanda akan menjuarai turnamen dengan mengalahkan Portugal di final.

Ia bahkan memproyeksikan jalur detail hingga semifinal, termasuk kemenangan atas Spanyol dan langkah Portugal yang menyingkirkan Inggris serta Argentina. Semua skenario itu kini tidak lagi relevan.

Hasil ini kembali menegaskan bahwa sepak bola penuh kejutan.

Tim unggulan bisa tumbang, sementara underdog seperti Maroko mampu mencuri panggung.

Piala Dunia 2026 pun menjadi bukti nyata bahwa statistik dan algoritma tidak selalu mampu membaca dinamika di lapangan.

Load More