-
Sumardji dihukum FIFA 20 pertandingan dan denda Rp324 juta akibat insiden wasit China.
-
Meski dilarang masuk ruang ganti, Sumardji tetap mendampingi Timnas di hotel dan stadion.
-
Aksi penyerangan wasit dilakukan Sumardji karena ingin melindungi para pemain Timnas Indonesia.
Suara.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memastikan dirinya tetap akan mendampingi Timnas Indonesia meski mendapat hukuman berat dari FIFA. Ia menegaskan sanksi tersebut tidak akan menghentikan kontribusinya untuk Skuat Garuda.
Sanksi itu terjadi setelah FIFA menilai Sumardji melakukan penyerangan terhadap wasit asal China, Ma Ning.
Insiden terjadi seusai laga Indonesia kontra China pada Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah, Jeddah, 11 Oktober 2025. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia kalah tipis 0-1.
Berdasarkan laporan Komite Disiplin FIFA, Sumardji disebut menyerang Ma Ning dari belakang hingga sang pengadil terjatuh.
Akibat kejadian itu, ia langsung menerima kartu merah saat masih menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia.
FIFA menyatakan Sumardji melanggar Pasal 14 Kode Disiplin FIFA poin 1 terkait tindakan penyerangan terhadap perangkat pertandingan.
Atas pelanggaran tersebut, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan larangan mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan resmi FIFA.
Tak hanya skorsing, Sumardji juga dikenai denda sebesar 15.000 Swiss Franc atau sekitar Rp324 juta. Denda itu wajib maksimal 30 hari setelah keputusan resmi dirilis.
"Jujur saya kaget kenapa sanksinya besar sekali sampai 20 pertandingan resmi FIFA. Itu cukup memberatkan. Saya tidak membantah, saya akui itu salah," kata Sumardji.
Baca Juga: Bisa Bela Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Indonesia di Liga Jepang Pilih Pensiun Dini!
Ia menjelaskan, tindakannya saat itu dilandasi niat melindungi para pemain di tengah situasi pertandingan yang panas.
"Saya hanya ingin pemain ini dilindungi. Saya melihat wasit seperti mencari celah untuk memberi kartu merah, sehingga saat itu saya halangi dengan tangan. Itu berisiko membawa tim. Saya mengibaratkan diri sebagai orang tua yang harus mengamankan dan melindungi anak-anaknya," jelasnya.
Meski tak diperbolehkan berada di bangku cadangan maupun area teknis selama 20 laga resmi, Sumardji menegaskan dirinya masih bisa mendampingi tim dengan cara lain.
Ia tetap diizinkan berada di tim hotel dan berangkat bersama skuad ke stadion, selama tidak memasuki ruang ganti atau area terlarang.
Sanksi tersebut mulai berlaku pada agenda FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung 23–31 Maret mendatang. Namun bagi Sumardji, fokus utamanya tetap memastikan kebutuhan Timnas Indonesia terpenuhi.
Yang penting saya masih bisa memberikan dukungan dan kontribusi untuk Timnas Senior. Saya memang tidak boleh di bench, tapi tetap bisa mendampingi di hotel dan berangkat ke stadion, selama tidak masuk ruang ganti,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali