Bola / Bola Dunia
Senin, 16 Februari 2026 | 19:35 WIB
Menerka Strategi Jose Mourinho Jelang Benfica vs Real Madrid: Bakal Pragmatis atau Menyerang Total?[@MourinhoPics]
Baca 10 detik
  • Real Madrid dan Benfica kembali bertemu di fase gugur UEFA Champions League, diawali leg pertama di Estadio da Luz.
  • Benfica memiliki modal kuat berupa kemenangan 4-2 atas Madrid pada fase grup sebelumnya, dengan Rafa Silva menambah kreativitas.
  • Strategi Jose Mourinho diprediksi akan pragmatis dan aman pada leg pertama, karena aturan gol tandang sudah tidak berlaku.

Suara.com - Duel panas kembali tersaji di Liga Champions. Real Madrid vs Benfica kembali dipertemukan di fase gugur UEFA Champions League.

Pertandingan leg pertama digelar di Estadio da Luz, markas Benfica. Beberapa pekan lalu, publik dibuat terkejut ketika tim asuhan Jose Mourinho membungkam Los Blancos 4-2 di fase grup, hasil yang membuat Madrid asuhan Álvaro Arbeloa terlempar dari posisi Top 8.

Kini, kedua tim kembali bertemu dalam duel dua leg yang dipastikan berlangsung lebih taktis dan penuh perhitungan matang kedua pelatih.

Benfica disebut tampil lebih solid dibandingkan pertemuan sebelumnya.

Kehadiran kembali gelandang serang Rafa Silva usai menjalani periode di Turki disebut memberi warna baru di lini tengah.

Rafa Silva kini menjadi pilihan utama di posisi playmaker dan menambah kreativitas serangan Benfica.

Modal kemenangan 4-2 atas Madrid jelas menjadi suntikan moral besar bagi tim tuan rumah jelang duel di kandang sendiri.

Pertanyaan besar muncul, apakah Benfica akan kembali tampil ofensif seperti di fase grup?

Banyak pihak meyakini pendekatan kali ini berbeda. Dalam laga terakhir fase grup, Madrid hanya membutuhkan hasil imbang sementara Benfica wajib menang.

Baca Juga: Real Madrid Pastikan Kylian Mbappe Siap Lawan Real Sociedad, Arbeloa Janjikan Tiga Poin

Situasi itu memaksa tuan rumah bermain agresif dengan tekanan tinggi.

Namun dalam format dua leg, pendekatan Mourinho diprediksi lebih pragmatis.

Pelatih asal Portugal itu dikenal piawai membaca situasi dan menyesuaikan strategi.

Dalam sejarahnya, Mourinho kerap memilih pendekatan aman di laga pertama.

Hasil imbang tanpa gol di kandang bukanlah masalah besar baginya, selama timnya masih punya peluang menentukan nasib di leg kedua.

Apalagi kini aturan gol tandang sudah tidak berlaku.

Artinya, Benfica tak perlu memaksakan diri menyerang habis-habisan hanya demi mencuri keunggulan agregat awal.

Bahkan, skenario dramatis seperti kiper maju ke kotak penalti pada menit akhir tampaknya sulit terulang jika skor masih imbang.

Pendekatan realistis dinilai lebih sesuai dengan karakter Mourinho dalam laga sistem gugur.

Kontributor: Adam Ali

Load More