-
Barcelona kalah 1-2 dari Girona akibat pertahanan buruk saat transisi serangan balik lawan.
-
Hansi Flick mengakui skuatnya bermain jelek dan gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola tinggi.
-
Hasil ini membuat Barcelona gagal menggeser Real Madrid dari puncak klasemen Liga Spanyol.
Suara.com - Stadion Montivili menjadi saksi bisu kegagalan Blaugrana dalam mengamankan poin penuh pada Selasa dini hari.
Tuan rumah Girona berhasil membalikkan keadaan sekaligus memberikan luka mendalam bagi skuat asuhan Hansi Flick.
Kekalahan tipis dengan skor 1-2 ini menjadi sorotan tajam karena rapuhnya lini belakang tim tamu.
Barisan pertahanan raksasa Catalan terlihat sangat mudah ditembus oleh serangan balik kilat yang dibangun lawan.
Kondisi fisik dan organisasi posisi pemain menjadi masalah utama yang terlihat sepanjang pertandingan berlangsung tersebut.
"Kami bertahan dengan sangat buruk, terutama saat transisi. Kami tidak berada dalam posisi yang baik dan kesulitan menahan serangan Girona," ujar Flick dikutip dari laman resmi Barcelona.
Pernyataan jujur sang pelatih menggambarkan betapa kacaunya koordinasi antar pemain bertahan dalam laga itu.
Meski sempat memimpin lewat gol sundulan Pau Cubarsi di menit ke-59, keunggulan itu sirna cepat.
Hanya berselang dua menit, Thomas Lemar sukses menyamakan kedudukan dan meruntuhkan mentalitas para pemain Barcelona.
Baca Juga: Eks Sport Masseur Man United Ungkap Perubahan Sikap Marcus Rashford
Frank Beltran kemudian muncul sebagai mimpi buruk melalui gol penentunya pada menit ke-86 laga.
Secara statistik, Barcelona sebenarnya sangat mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 70,6 persen.
Namun dominasi tersebut terasa hambar karena efektivitas serangan mereka justru jauh di bawah harapan.
Dari total 27 percobaan tembakan, skuat Blaugrana hanya mampu mengarahkan empat bola tepat sasaran.
Sebaliknya, Girona tampil sangat klinis dengan mencatatkan sembilan tembakan akurat dari seluruh percobaan mereka.
Efisiensi tim lawan inilah yang membuat Hansi Flick merasa timnya tidak bermain sesuai standar.
"Kami bermain jelek. Sekarang kami harus berjuang untuk memperbaiki keadaan. Dalam beberapa pekan ke depan kami akan kembali dengan mentalitas berbeda dan level yang lebih tinggi," tutur Flick.
Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk mencari alasan atas hasil minor.
Ia sangat menyayangkan hasil ini karena sebelumnya berharap bisa bangkit dari keterpurukan kompetisi lain.
Kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Piala Raja ternyata masih membekas kuat.
Laga melawan Girona seharusnya menjadi momentum penebusan dosa bagi Lamine Yamal dan rekan-rekannya.
"Kami tidak dalam kondisi yang baik saat ini. Kami sedang berada dalam periode yang sulit," kata Flick.
Terdapat sedikit insiden saat gol kedua Girona lahir, di mana kaki Jules Kounde tampak diinjak.
Meski VAR meninjau proses tersebut, wasit tetap memutuskan bahwa gol yang tercipta adalah sah.
Merespons keputusan pengadil lapangan yang kontroversial itu, Flick memilih bersikap profesional dan tetap tenang.
"Tidak ada alasan. Kami harus bermain lebih baik," kata juru taktik asal Jerman itu.
Kegagalan ini membuat Barcelona harus puas tertahan di peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol.
Mereka mengoleksi 58 poin dari 24 laga dan kini tertinggal dua poin dari Real Madrid.
Kesempatan untuk mengudeta posisi puncak pun hilang begitu saja akibat performa yang tidak konsisten.
Bagi Girona, tambahan tiga angka ini membawa mereka naik ke posisi 12 dengan 29 poin.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren negatif Girona yang gagal menang dalam tiga laga terakhirnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
Terkini
-
Ancaman Nyata Marcelo Serrano, Pelatih Baru Saint Kitts Siap Repotkan Timnas Indonesia di GBK
-
2 Pemain Naturalisasi Diprediksi Susul Thom Haye dan Shayne Pattynama Dicoret John Herdman
-
Pernah Dipanggil Timnas Indonesia U-17, Pemain Keturunan Ini Jalani Trial di Klub Spanyol
-
Misi Sulit Persib di GBLA, Bojan Hodak Pantang Menyerah Kejar Defisit 3 Gol dari Ratchaburi FC
-
Statistik Ricky Pratama yang Terseret Dugaan Penganiayaan, Catatan Golnya Mengkhawatirkan
-
Misi Berat Persib! Frans Putros Percaya Keajaiban Bisa Terjadi di GBLA
-
John Herdman Dapat Kabar Baik dari Belanda Jelang FIFA Series 2026
-
Stadion GBK untuk Timnas Indonesia, Persija Jakarta Akhirnya Pulang ke JIS
-
Diduga Ancam Bunuh Kekasih, Begini Catatan Disiplin Pemain PSM Ricky Pratama
-
Siapa Ricky Pratama? Pemain Berlabel Timnas Indonesia yang Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan