- Inter Milan kalah 1-3 dari Bodo/Glimt pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions 2025/26 di Aspmyra Stadium, Kamis (19/2/2026).
- Bodo/Glimt mencetak gol melalui Fet (21'), Hauge (61'), dan Hogh (64'), sedangkan Inter hanya membalas lewat Esposito (30').
- Hasil ini mengharuskan Inter memenangkan leg kedua di Meazza dengan selisih dua gol agar lolos ke babak 16 besar.
Suara.com - Wakil Norwegia, Bodo/Glimt terus membuat kejutan di Liga Champions 2025/2026.
Terbaru, mereka menghajar wakil Italia, Inter Milan dengan skor 3-1 pada leg pertama playoff 16 besar di Aspmyra Stadium, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Kekalahan ini membuat Inter harus kerja keras untuk lolos ke fase berikutnya.
Skuad asuhan Cristian Chivu harus menang dengan selisih lebih dari dua gol pada leg kedua di Giuseppe Meazza, 25 Februari mendatang untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Sementara itu, Bodo/Glimt hanya perlu menghindari kekalahan dengan selisih lebih dari satu gol untuk melaju.
Jalannya Pertandingan
Inter sebenarnya tampil menekan sejak awal pertandingan. Henrikh Mkhitaryan sempat mengancam, tetapi sepakannya masih melambung.
Tuan rumah kemudian merespons lewat tandukan Odin Bjortuft yang memanfaatkan sepak pojok Jens Petter Hauge, namun peluang tersebut belum membuahkan hasil.
Bodo/Glimt akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-21. Umpan Hauge berhasil disambar Sondre Fet menjadi gol dan membawa tuan rumah memimpin 1-0.
Baca Juga: Dianggap Menang Kontroversial Atas Juventus, Chivu: Inter Dirugikan, Kami Nggak Banyak Ngomong
Inter hampir menyamakan skor lima menit kemudian melalui sepakan voli Matteo Darmian, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Gol penyeimbang baru tercipta pada menit ke-30. Berawal dari umpan silang Nicolo Barella yang memicu kemelut di kotak penalti, bola liar disambar Pio Esposito dengan tendangan voli untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Pada sisa waktu babak pertama, kedua tim saling menekan. Patrick Berg sempat mengancam lewat tendangan bebas, yang masih bisa diamankan kiper Yann Sommer.
Hingga turun minum, skor 1-1 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Bodo/Glimt tampil lebih efektif. Setelah peluang Kasper Hogh dari sudut sempit ditepis Sommer, tuan rumah kembali unggul pada menit ke-61.
Umpan Hogh dituntaskan Hauge dengan sepakan keras dari sisi kiri kotak penalti yang tak mampu dihentikan Sommer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung