Bola / Liga Italia
Rabu, 18 Februari 2026 | 19:30 WIB
Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam laga panas Derby d’Italia antara Inter vs Juventus. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Alessandro Bastoni (Inter Milan) berkomentar tentang kartu merah Pierre Kalulu dalam Derby d'Italia kontra Juventus (3-2).
  • Bastoni mengakui kontak terasa di lengan, namun menyesali selebrasinya yang memicu reaksi publik berlebihan.
  • Ia sangat menyayangkan ancaman pembunuhan yang diterima istri dan anak-anaknya akibat insiden tersebut.

Suara.com - Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam laga panas Derby d’Italia antara Inter vs Juventus.

Dalam duel Serie A yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Inter berkat gol menit akhir Piotr Zielinski, Bastoni menjadi sorotan tajam setelah dianggap melakukan diving yang berujung kartu merah untuk Kalulu.

Tak hanya itu, selebrasinya setelah bek Juventus tersebut diusir wasit memicu gelombang kritik, bahkan hingga ancaman pembunuhan terhadap keluarganya.

Insiden terjadi pada menit ke-42 saat Inter menghadapi Juventus di Stadion Giuseppe Meazza. Kalulu menerima kartu kuning kedua dari wasit Federico La Penna setelah pelanggaran terhadap Bastoni.

Setelah bungkam beberapa hari, Bastoni akhirnya berbicara dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions melawan Bodo/Glimt bersama pelatih Cristian Chivu.

Ia meminta maaf atas selebrasinya, tetapi tidak sepenuhnya mengakui melakukan diving.

“Saya merasakan ada kontak di lengan saya, meski terlihat berlebihan saat tayangan ulang. Saya di sini untuk bertanggung jawab. Yang saya sesalkan adalah reaksi saya setelah itu,” ujar Bastoni kepada Sky Sport Italia.

Ia menegaskan bahwa manusia berhak melakukan kesalahan, tetapi juga punya kewajiban untuk mengakuinya.

Namun Bastoni juga menyoroti besarnya reaksi publik yang menurutnya berlebihan.

Baca Juga: Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan: Nerazzurri Wajib Menang di Kutub Utara

“Karier dan karakter saya tidak seharusnya ditentukan oleh satu insiden. Saya melihat banyak kemunafikan. Saya berterima kasih kepada mereka yang hanya menyebut saya ‘bodoh’ dan berhenti sampai di situ.”

Bek Timnas Italia itu mengaku dirinya sudah terbiasa menghadapi tekanan media. Namun ia menyayangkan ancaman pembunuhan yang diterima istri dan anaknya.

“Saya bisa menangani situasi ini. Tapi saya lebih sedih karena istri dan anak saya juga menerima ancaman pembunuhan,” katanya.

Kontributor: Azka Putra

Load More