Bola / Liga Italia
Rabu, 18 Februari 2026 | 19:05 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengkritik media karena dianggap tidak adil atas kontroversi kemenangan 1-0 atas Juventus.
  • Keputusan wasit mengusir pemain Juventus akibat insiden Bastoni mengubah jalannya pertandingan Derby d'Italia di San Siro.
  • Inter Milan kini bersiap menghadapi Bodo/Glimt di Norwegia dalam laga playoff fase gugur Liga Champions mendatang.

Suara.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu buka suara terkait kontroversi kemenangan atas Juventus dalam laga Derby d’Italia.

Chivu menilai kritik terhadap timnya terlalu berlebihan dan menyebut media bersikap tidak adil.

Inter menang tipis 1-0 atas Juventus di San Siro. Namun, laga tersebut diwarnai insiden pada babak pertama saat Alessandro Bastoni terlibat kontak dengan Pierre Kalulu.

Bastoni dianggap melakukan aksi teatrikal yang membuat wasit Federico La Penna mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Kalulu. Juventus pun harus bermain dengan 10 orang.

Keputusan itu mengubah jalannya pertandingan. Meski unggul jumlah pemain, Inter baru bisa memastikan kemenangan lewat gol dramatis Piotr Zielinski di menit akhir.

Menanggapi kritik yang mengarah pada Bastoni dan Inter, Chivu tak tinggal diam.

“Kita harus berhenti mengeluh dan berhenti bermoralisme. Hal seperti ini terjadi setiap Minggu. Sejak era Maradona mencetak gol dengan tangan, kontroversi selalu ada,” tegas Chivu dilansir dari Intersempre.

Ia bahkan menyebut Inter pernah dirugikan saat menghadapi Napoli, namun tidak ada sorotan berarti dari media.

“Melawan Napoli kami dirugikan, dan saya baru mengatakannya sekarang. Tapi tidak ada yang membicarakannya.”

Baca Juga: Live Streaming Juventus vs Galatasaray: Potensi Duel Panas di Istanbul!

Chivu menilai tim yang berada di puncak klasemen memang selalu menjadi sasaran kritik.

Di tengah polemik tersebut, Inter sudah ditunggu laga penting kontra Bodo/Glimt pada playoff fase gugur Liga Champions.

Pertandingan leg pertama akan digelar di Norwegia, di atas lapangan sintetis dan cuaca dingin yang berpotensi menyulitkan.

“Ini kompetisi berbeda. Kami tahu pentingnya laga ini. Mereka tim kuat yang sudah merepotkan Manchester City dan Atletico,” ujar Chivu.

Ia memastikan timnya siap bertarung selama 180 menit demi mengamankan tiket ke fase berikutnya.

Kontributor: Adam Ali

Load More