Bola / Bola Indonesia
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:21 WIB
Alasan pemain naturalisasi tertarik pindah ke Super League. (Instagram/@futboll.indonesiaa)
Baca 10 detik
  • Pemain naturalisasi Timnas Indonesia berbondong-bondong memilih kembali berkarier di Super League, termasuk pemain muda.
  • Faktor utama kepulangan pemain adalah iming-iming finansial yang lebih menguntungkan dibandingkan bermain di luar negeri.
  • Keputusan ini kompleks, melibatkan pertimbangan kebutuhan hidup dan tanggung jawab keluarga pemain, bukan sekadar teknis.

Ia kemudian mengingatkan betapa beratnya perjuangan pemain muda ketika berkarier di luar negeri, dengan menyinggung pengalaman Marselino Ferdinan.

"Orangnya asing segala macem, gajinya kecil, coba balikin ke diri kita, emang susah juga," ujar Bung Harpa.

"Ini udah di Tanah Air, bisa makan sop kaki kambing setiap seminggu sekali, gaji gede, deket sama orang tua," terangnya lagi.

Karena itu, Bung Harpa menilai fenomena ini tidak bisa disikapi secara hitam-putih.

Ada banyak aspek non teknis yang turut memengaruhi keputusan para pemain diaspora untuk pulang dan bermain di Super League.

"Agak susah juga untuk kita ngejudge mereka juga, tidak hitam-putih juga," kata Bung Harpa.

"Kalau kita pribadi sih ya pasti pengen mereka compete di sana kan, cuma ya ada benernya juga bahwa itu hak asasi mereka," lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, perhatian kini tertuju pada bagaimana para pemain naturalisasi bisa tetap menjaga kualitas permainan meski berkompetisi di Super League.

Tantangan terbesarnya adalah memastikan mereka tetap mendapat menit bermain yang cukup agar performa tidak justru menurun usai bermain di kompetisi domestik.

Baca Juga: Philippe Coutinho Putus Kontrak dengan Vasco da Gama Usai Dicemooh Suporter, Minat ke Liga 1?

Load More