Bola / Bola Indonesia
Kamis, 19 Februari 2026 | 10:46 WIB
Belum lama ini, Patrick Kluivert mengaku bahwa ia masih ingin melanjutkan latih Timnas Indonesia, tapi hal itu tak mungkin terjadi usai kegagalan yang dialaminya. (Suara.com/Alfian Winanto)
Baca 10 detik
  • Patrick Kluivert resmi dipecat Oktober 2025 setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026.
  • Meskipun pemecatan, Kluivert menganggap sepuluh bulan melatih Timnas Indonesia adalah pengalaman fantastis.
  • Kluivert menyatakan memiliki hasrat melanjutkan pekerjaan, tetapi ia menyadari situasi tidak memungkinkan saat itu.

Suara.com - Meski berujung pada pemecatan, sepuluh bulan menangani Timnas Indonesia ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Patrick Kluivert.

Mantan pelatih Skuad Garuda ini secara terbuka mengaku bahwa ia sebenarnya masih berhasrat untuk melanjutkan pekerjaannya bersama Timnas Indonesia.

Pria berusia 49 tahun itu direkrut PSSI pada Januari 2025 dengan ekspektasi tinggi untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun, misinya berakhir dengan kegagalan setelah Skuad Garuda terhenti di putaran keempat kualifikasi zona Asia, usai menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak.

Kegagalan tersebut, ditambah dengan rekor yang kurang memuaskan yaitu 3 menang, 1 imbang, dan 4 kalah, sehingga memicu gelombang tuntutan publik agar legenda Timnas Belanda itu dipecat.

PSSI pun akhirnya menyudahi kerja sama Patrick Kluivert serta gerbong pelatih Belanda yang dibawanya pada Oktober 2025.

Namun, dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, Kluivert justru mengenang masa-masa singkatnya di Indonesia dengan senyum lebar.

Ia menggambarkan pengalamannya sebagai sesuatu yang fantastis dan tak terlupakan.

"Bekerja di Timnas Indonesia itu fantastis," jawab Kluivert kepada Voetbal Primeur saat pembukaan Cruyff Court di Amsterdam-Noord.

Baca Juga: Gelandang Timnas Indonesia U-17 Ini Susul Calvin Verdonk dan Dean James

"Saya belum pernah bekerja dalam kegilaan seperti ini. Tiga ratus juta orang benar-benar tergila-gila pada sepak bola," imbuhnya.

Di balik kegagalannya memenuhi target, Kluivert secara jujur mengungkapkan bahwa ia menyimpan keinginan untuk bisa melanjutkan proyeknya bersama Timnas Indonesia.

Akan tetapi, ia juga sadar bahwa situasi saat itu tidak memungkinkan baginya untuk bertahan.

"Saya bekerja dengan fantastis, tetapi sayangnya, saya tidak mencapai apa yang kami inginkan. Saya ingin sekali melanjutkan, tetapi itu tidak memungkinkan," tegas Kluivert.

Setelah kepergiannya, kursi kepelatihan Timnas Indonesia kini telah diisi oleh John Herdman, yang ditunjuk secara resmi pada 3 Januari 2026.

Load More