-
Kayne van Oevelen kiper 199 cm berdarah Surabaya berpeluang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
-
Statistik 100 penyelamatan di Eredivisie membuktikan Kayne van Oevelen kiper muda yang sangat potensial.
-
Postur raksasa Kayne van Oevelen melampaui Maarten Paes menjadikannya investasi jangka panjang pertahanan Garuda.
Suara.com - Sektor pertahanan terakhir Timnas Indonesia berpotensi mendapatkan suntikan tenaga baru yang memiliki profil fisik luar biasa.
Nama Kayne van Oevelen mendadak menjadi pusat perhatian publik sepak bola tanah air karena latar belakang keluarganya.
Penjaga gawang andalan FC Volendam ini diketahui memiliki ikatan darah Indonesia yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Lahir di Zaandam pada 7 Agustus 2003, pemuda berusia 22 tahun ini dipandang sebagai aset jangka panjang yang sangat berharga.
Ketertarikan publik bukan tanpa alasan mengingat rekam jejaknya yang mulai bersinar terang di kompetisi kasta tertinggi Belanda.
Satu aspek yang paling mencolok dari sosok Van Oevelen adalah tinggi badannya yang mencapai angka 199 cm.
Ukuran tersebut bahkan melampaui postur Maarten Paes yang setinggi 191 cm maupun Emil Audero dengan 192 cm.
Berkat keunggulan fisik tersebut, ia sangat dominan dalam mengantisipasi bola-bola udara dan menutup ruang tembak lawan.
Jangkauan penyelamatannya yang luas memberikan rasa aman ekstra bagi lini pertahanan di bawah tekanan kotak penalti.
Baca Juga: Sosok-sosok Naturalisasi yang Bisa Membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Meski Paes dan Audero memiliki pengalaman matang di Eropa, kehadiran Van Oevelen menawarkan profil yang berbeda secara signifikan.
Musim 2024/2025 menjadi panggung pembuktian bagi kualitas mental dan teknis yang dimiliki oleh penjaga gawang muda ini.
Walaupun sempat menjadi cadangan di awal kompetisi, ia berhasil merebut posisi utama dan mempertahankan status starter tersebut.
Dari total 29 laga yang ia jalani, tercatat 10 kali ia berhasil menjaga gawangnya tetap perawan tanpa gol.
Secara kumulatif sejak tahun 2022, ia telah membukukan 30 penampilan dengan rasio kebobolan yang cukup kompetitif di Belanda.
Prestasi terbesarnya adalah membantu klubnya meraih tiket promosi untuk bersaing di panggung bergengsi Eredivisie musim 2025/2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung