Bola / Bola Indonesia
Kamis, 19 Februari 2026 | 21:05 WIB
Kayne van Oevelen (IG Kayne van Oevelen)
Baca 10 detik
  • Kayne van Oevelen kiper 199 cm berdarah Surabaya berpeluang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

  • Statistik 100 penyelamatan di Eredivisie membuktikan Kayne van Oevelen kiper muda yang sangat potensial.

  • Postur raksasa Kayne van Oevelen melampaui Maarten Paes menjadikannya investasi jangka panjang pertahanan Garuda.

Suara.com - Sektor pertahanan terakhir Timnas Indonesia berpotensi mendapatkan suntikan tenaga baru yang memiliki profil fisik luar biasa.

Nama Kayne van Oevelen mendadak menjadi pusat perhatian publik sepak bola tanah air karena latar belakang keluarganya.

Penjaga gawang andalan FC Volendam ini diketahui memiliki ikatan darah Indonesia yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Lahir di Zaandam pada 7 Agustus 2003, pemuda berusia 22 tahun ini dipandang sebagai aset jangka panjang yang sangat berharga.

Ketertarikan publik bukan tanpa alasan mengingat rekam jejaknya yang mulai bersinar terang di kompetisi kasta tertinggi Belanda.

Satu aspek yang paling mencolok dari sosok Van Oevelen adalah tinggi badannya yang mencapai angka 199 cm.

Ukuran tersebut bahkan melampaui postur Maarten Paes yang setinggi 191 cm maupun Emil Audero dengan 192 cm.

Berkat keunggulan fisik tersebut, ia sangat dominan dalam mengantisipasi bola-bola udara dan menutup ruang tembak lawan.

Jangkauan penyelamatannya yang luas memberikan rasa aman ekstra bagi lini pertahanan di bawah tekanan kotak penalti.

Baca Juga: Sosok-sosok Naturalisasi yang Bisa Membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Meski Paes dan Audero memiliki pengalaman matang di Eropa, kehadiran Van Oevelen menawarkan profil yang berbeda secara signifikan.

Musim 2024/2025 menjadi panggung pembuktian bagi kualitas mental dan teknis yang dimiliki oleh penjaga gawang muda ini.

Walaupun sempat menjadi cadangan di awal kompetisi, ia berhasil merebut posisi utama dan mempertahankan status starter tersebut.

Dari total 29 laga yang ia jalani, tercatat 10 kali ia berhasil menjaga gawangnya tetap perawan tanpa gol.

Secara kumulatif sejak tahun 2022, ia telah membukukan 30 penampilan dengan rasio kebobolan yang cukup kompetitif di Belanda.

Prestasi terbesarnya adalah membantu klubnya meraih tiket promosi untuk bersaing di panggung bergengsi Eredivisie musim 2025/2026.

Load More