- Pemain naturalisasi Timnas Indonesia berbondong-bondong memilih kembali berkarier di Super League, termasuk pemain muda.
- Faktor utama kepulangan pemain adalah iming-iming finansial yang lebih menguntungkan dibandingkan bermain di luar negeri.
- Keputusan ini kompleks, melibatkan pertimbangan kebutuhan hidup dan tanggung jawab keluarga pemain, bukan sekadar teknis.
Suara.com - Fenomena hijrahnya pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke Super League tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Banyak pemain yang sebelumnya berkarier di luar negeri kini justru memilih pulang dan merumput di kompetisi domestik.
Perpindahan ini bukan hanya dilakukan oleh pemain yang sudah berusia kepala tiga, tetapi juga oleh pemain yang masih tergolong muda seperti Ivar Jenner, Dion Markx, hingga Mauro Zijlstra.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di sebagian publik karena dinilai berpotensi menurunkan kualitas kompetisi yang dijalani para pemain, sekaligus berdampak pada performa Timnas Indonesia.
Mereka dianggap seharusnya menimba pengalaman lebih lama di luar negeri sebelum kembali ke tanah air.
Pengamat sepak bola Bung Harpa menilai, jika seorang pemain sudah menetap di Super League, peluang untuk kembali ke kompetisi luar negeri akan semakin kecil.
Ia kemudian mencoba menelusuri faktor-faktor yang mendorong para pemain naturalisasi memilih jalur tersebut.
Salah satu alasan utama yang disebut Bung Harpa adalah persoalan finansial. Ia mencontohkan kondisi yang pernah dialami Asnawi Mangkualam ketika awal berkarier di Korea Selatan.
"Dia kasih sampel itu di Korea Selatan, kalau lu baru main itu gajinya bisa sepertiga di Liga 1 saat itu," ungkap Bung Harpa, seperti dilansir dari kanal YouTube Ruang Publik.
Baca Juga: Philippe Coutinho Putus Kontrak dengan Vasco da Gama Usai Dicemooh Suporter, Minat ke Liga 1?
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tawaran gaji di Super League dinilai jauh lebih menggiurkan dibandingkan kompetisi luar negeri, khususnya bagi pemain yang belum berstatus bintang.
Bung Harpa juga menyoroti bahwa para pemain memiliki kebutuhan hidup dan tanggung jawab keluarga yang berbeda-beda.
"Kadang-kadang susah juga untuk beberapa orang mungkin dia punya keresahan, keresahan yang dari dulu mereka pikul misalnya mohon maaf dia belum punya rumah, mau naikin haji orang tuanya," ujar Bung Harpa.
"Nah tiba-tiba dia dapat tawaran gaji yang gede yang impian itu, keresahan itu bisa diselesaikan, ya susah juga menolak tawaran itu," lanjutnya.
Menurut Bung Harpa, masyarakat juga tidak bisa sepenuhnya memaksakan kehendak agar para pemain tetap bertahan di luar negeri demi alasan prestasi semata.
"Sementara kita juga maksa-maksa lu main di luar dong," kata Bung Harpa.
Berita Terkait
-
3 Pemain Bulgaria Paling Top yang Bisa Jumpa Timnas Indonesia
-
Sosok-sosok Naturalisasi yang Bisa Membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
3 Tahun Tinggal di Indonesia, Pelatih Timnas Bulgaria Sebut Sepak Bola Seperti Agama
-
Pengakuan Patrick Kluivert: Masih Ingin Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Tapi...
-
Pelatih Bulgaria Mengaku Sudah Amati Timnas Indoneesia: Punya Tujuan Lolos Piala Dunia 2030
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP
-
Gelar Juara Persib di Depan Mata, Julio Cesar Ingatkan Jangan Lengah Lawan Persijap
-
Arsenal Akan Parade Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 di Islington Pada 31 Mei
-
Aston Villa Juara Liga Europa 2026
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda
-
Catat! Nonton Piala Dunia 2026 Kini Lebih Gampang
-
Asisten Bojan Hodak Takut Persib Kalah di Laga Pamungkas dan Gagal Juara
-
Inter Keliling Dunia! Chivu Bawa Nerazzurri ke Jerman, Hong Kong, Indonesia?
-
Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
-
Kiper Buangan Pep Guardiola Bongkar Kunci Sukses Arsenal Juara Liga Inggris