- Bjorn Raven, ayah Jens Raven, kini menjabat kepala Akademi SV Nootdorp di Belanda sejak era 90-an.
- Di bawah Bjorn, akademi SV Nootdorp melonjak menempati peringkat 37 dari 500 akademi terbaik Belanda.
- Keberhasilan ini ditandai dengan banyak pemain magang di klub profesional dan meningkatnya minat kerja sama BVO.
Suara.com - IndoStriker Bali United, Jens Raven memiliki seorang ayah yang juga mantan pemain, Bjorn Raven. Sebelum pensiun, Bjorn tercatat pernah membela sejumlah klub, salah satunya PEC Zwolle di era 90-an.
Menariknya, tak banyak yang tahu bahwa Bjorn saat ini menjabat sebagai kepala Akademi sepak bola di Belanda yang bernama SV Nootdorp.
Jens Raven saat masih kecil pun sempat menimba ilmu di akademi SV Nootdorp. Belakangan, akademi SV Nootdorp ternyata mencetak prestasi tersendiri.
Dalam empat setengah tahun terakhir, klub yang sebelumnya kurang diperhatikan kini berhasil menembus peringkat 37 dari 500 akademi terbaik di Belanda.
“Di mana kami sekarang benar-benar luar biasa. Tidak pernah saya bayangkan bisa tumbuh secepat ini,” ujar ayah Jens Raven seperti dilansir dari Telstar Online.
Saat bergabung, Raven menemukan sistem akademi yang kurang terstruktur, terutama dalam seleksi pemain dan perencanaan tahunan.
“Tidak ada rencana tahunan, tidak ada koordinasi yang terstruktur, dan kebijakan yang jelas pun tidak ada. Saya mulai memetakan area yang bisa diperbaiki dan bagaimana kami bisa berkembang,” kata Raven.
Di bawah kepemimpinannya, SV Nootdorp kini menjadi klub rujukan di wilayahnya, menyalip beberapa pesaing seperti TOGB.
Salah satu bukti kesuksesan akademi Nootdorp adalah meningkatnya minat dari Betaald Voetbal Organisatie (BVO) untuk menjalin kerja sama.
Baca Juga: Debut Luar Biasa Eks Calon Pelatih Timnas Indonesia, Hancurkan Fenerbahce 3-0 di Liga Europa
“Saat ini ada 17 pemain yang magang di klub BVO, termasuk Sparta dan FC Dordrecht. Bahkan sebelumnya pemain dari klub BVO yang gagal kini datang ke Nootdorp untuk magang. Ini menunjukkan kualitas akademi kami,” jelas ayah striker Timnas Indonesia itu.
Saat ini, tim utama Nootdorp bermain di Kelas Dua, namun Raven berharap promosi bisa segera tercapai.
Fokusnya tetap pada pendidikan, pembinaan, dan transisi pemain muda agar klub memiliki fondasi jangka panjang yang kuat.
“Kunci keberhasilan bukan hanya menang di kompetisi, tapi memastikan aliran pemain muda ke tim utama berjalan lancar. Dengan visi dan struktur yang jelas, semua target itu realistis,” tutup Raven.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Debut Luar Biasa Eks Calon Pelatih Timnas Indonesia, Hancurkan Fenerbahce 3-0 di Liga Europa
-
2 Negara yang Bisa Tikung Timnas Indonesia Dapatkan Bek Arsenal
-
Patrick Kluivert Ungkap Penyesalan Usai Posisinya Diganti John Herdman: Ingin Lanjut, tapi...
-
Saingi Emil Audero, Kayne van Oevelen Kiper Berdarah Surabaya Bisa Diincar Timnas Indonesia
-
Cetak Gol Beruntun, Pemain Keturunan Ini Beri Sinyal Positif Gabung Skuad Garuda Asuhan John Herdman
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
-
Paraguay Terapkan Taktik Barbar, Didier Deschamps Kasih Sindiran Pedas
-
Ricuh Jelang Laga! Fans Meksiko Serbu Hotel Inggris, Polisi Tak Mampu Bendung
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA
-
Krisis Lini Depan Argentina: Mengapa Lautaro dan Julian Alvarez Mandul di Piala Dunia 2026?
-
Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
-
Witan Sulaeman Bikin Kejutan! Tolak Hengkang, Pilih Setia di Persija, Ini Alasannya
-
Vozinha Jadi Kiper Terpopuler Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Salip Nama Beken
-
Brasil vs Norwegia: Jika Terjadi Adu Penalti, Selecao Punya Keunggulan