- Denilson Junior, pemain Ratchaburi FC, dilaporkan menjadi korban rasisme setelah lolos ke perempat final ACL Two 2025/2026.
- Ratchaburi FC mengalahkan Persib Bandung agregat 3-1 dalam babak 16 Besar yang berakhir Rabu (18/2/2026).
- Klub Thailand tersebut mengecam keras tindakan rasisme dan menyatakan dukungan penuh kepada penyerang Brasil itu.
Suara.com - Kemenangan Ratchaburi FC atas Persib Bandung pada babak 16 Besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 menyisakan noda kelam. Penyerang asal Brasil, Denilson Junior, dilaporkan menjadi korban rasisme setelah membawa timnya melaju ke perempat final.
Ratchaburi memastikan tiket delapan besar dengan keunggulan agregat 3-1. The Dragons menang 3-0 pada leg pertama, lalu kalah 0-1 pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam WIB.
Denilson tampil penuh selama 90 menit dalam dua leg tersebut dan menyumbang satu assist penting dalam keberhasilan menyingkirkan wakil Indonesia itu.
Di tengah euforia kelolosan ke perempat final, Ratchaburi FC bersikap tegas menyusul dugaan tindakan diskriminatif terhadap pemainnya. Klub asal Thailand itu menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk rasisme.
"Tidak ada ruang untuk rasisme," tulis Ratchaburi FC melalui akun Instagram resmi @rbfcofficial_, Kamis (19/2/2026).
"Karena sepak bola adalah permainan olahraga yang menyenangkan dan indah bagi semua orang di seluruh dunia, 'rasisme' dan 'diskriminasi ras' tidak seharusnya ada di ruang mana pun, apa pun yang terjadi dalam pertandingan atau bagaimana pun hasil akhirnya," tulisnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk solidaritas kepada Denilson dan keluarganya. Klub berjuluk The Dragons itu menegaskan sang pemain tidak sendirian menghadapi situasi tersebut.
"Kami selalu mendukung 'Denilson dan Family' karena kami adalah Keluarga Naga," tulis Ratchaburi FC.
Denilson baru bergabung dengan Ratchaburi musim ini, tetapi kontribusinya langsung signifikan. Ia telah mencatatkan 16 gol dan 10 assist di semua kompetisi.
Baca Juga: Terbongkar! Jose Mourino Perintahkan Hal Ini ke Pemain Benfica Usai Insiden Rasisme
Khusus di ajang ACL Two 2025/2026, penyerang asal Brasil itu tampil dalam delapan pertandingan dengan torehan lima gol dan empat assist.
Statistik tersebut menegaskan perannya sebagai motor serangan Ratchaburi dalam menembus fase gugur kompetisi Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Kontrak Tinggal Semusim, Vinicius Jr Bicara Masa Depannya di Real Madrid
-
Real Madrid Tak Gentar Hadapi Bayern, Arbeloa: Skenarionya Cuma Satu, Menang!
-
Arsenal Pincang Hadapi Sporting, Arteta Pastikan Bukayo Saka dan Timber Masih Menepi
-
Klasemen Liga Italia Memanas: Napoli Kudeta Posisi AC Milan, Inter Makin Nyaman di Pucuk
-
Hasil Liga Italia: Juventus Hajar Genoa, Napoli Permalukan AC Milan
-
Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa
-
Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United
-
Profil Muhammad Sanjaya yang Cetak Hattrick di Laga Debutnya Bareng Timnas Futsal Indonesia
-
Ventura Beri Nasihat untuk Gennaro Gattuso Usai Mundur dari Timnas Italia
-
Reece James Berpeluang Kembali Perkuat Chelsea di Akhir Musim