Bola / Bola Dunia
Kamis, 19 Februari 2026 | 20:20 WIB
Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, dipastikan tidak akan duduk di bangku cadangan saat timnya menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabéu. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Investigasi UEFA sedang berlangsung mengenai dugaan rasisme Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior pasca-laga Liga Champions.
  • Pelatih Jose Mourinho melarang pembahasan Real Madrid dan kontroversi rasisme di ruang ganti tim Benfica.
  • LSM Kick It Out mengkritik Mourinho karena dianggap melakukan gaslighting terkait insiden Vinicius Junior tersebut.

Suara.com - Suasana panas menyelimuti ruang ganti Benfica pasca-laga Liga Champions melawan Real Madrid, setelah Gianluca Prestianni dituding melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius Junior.

Menanggapi kontroversi ini, pelatih Jose Mourinho mengambil langkah tegas, melarang seluruh pemain membahas Real Madrid di ruang ganti.

Pihak UEFA sendiri saat ini sudah melakukan investigasi terkait kasus dugaan rasisme yang dilakukan Prestianni kepada Vinicius Jr.

Sementara itu, Prestianni membantah tudingan tersebut. Namun, kubu Real Madrid dilaporkan telah mengirimkan seluruh bukti terkait insiden ini ke UEFA untuk mendukung pemain mereka.

Menurut laporan Daily Mail Sport, Mourinho meminta pemain Benfica fokus sepenuhnya pada laga domestik berikutnya melawan AVS, klub papan bawah.

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan pernyataan kontroversial usai kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/2) dinihari WIB. [Tangkap layar X]

Prestianni pun tidak akan bermain dalam pertandingan ini karena akumulasi kartu.

Mourinho menekankan bahwa ia tidak akan menoleransi diskusi apapun terkait laga Real Madrid maupun kontroversi Vinicius-Prestianni di ruang ganti.

Hal ini dilakukan untuk menjaga fokus tim menghadapi jadwal padat Primeira Liga.

Sikap Mourinho sebelumnya memicu kritik tajam karena menekankan perayaan gol Vinicius sebagai pemicu keributan.

Baca Juga: Siapa Jose Luis Chilavert? Kiper 67 Gol, Capres Paraguay yang Serang Vinicius Jr Bela Prestianni

LSM anti-rasisme Kick It Out menuding Mourinho melakukan gaslighting terhadap pemain Brasil tersebut.

“Ketika seseorang melaporkan diskriminasi, prioritas utama adalah mereka didengar dan merasa didukung. Memfokuskan perhatian pada perayaan gol Vinicius atau sejarah klub adalah bentuk gaslighting,” tulis Kick It Out.

Mourinho sendiri menekankan kepada Vinicius bahwa Benfica bukanlah klub rasis, dan mengingatkan agar perayaan gol dilakukan secara hormat.

Namun, komentar ini justru menimbulkan gelombang kritik internasional terhadap pelatih asal Portugal tersebut.

Kontributor: Azka Putra

Load More