- Pertandingan tunda AC Milan kontra Como 1907 berakhir imbang 1-1; Como unggul dulu lewat Nico Paz sebelum disamakan Rafael Leao.
- Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, mendapat kartu merah akibat protes keras saat laga berlangsung di San Siro.
- Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengakui menyentuh bola di area teknis dan telah meminta maaf kepada pihak terkait.
Suara.com - Pertandingan tunda pekan ke-24 Serie A 2025/2026 antara AC Milan kontra Como 1907 di San Siro, berakhir imbang 1-1.
Como sempat unggul lebih dulu lewat Nico Paz yang memanfaatkan kesalahan fatal Mike Maignan. Namun, Milan membalas melalui Rafael Leao di babak kedua dengan penyelesaian lob yang memperdaya Butez.
Ketegangan memuncak di paruh kedua saat pelatih Milan, Massimiliano Allegri, diganjar kartu merah oleh wasit Mariani akibat protes keras dari bangku cadangan.
Pelatih Como, Cesc Fabregas juga tak lepas dari kontroversial pada laga itu.
Ia mengakui telah melakukan tindakan tidak sportif dengan menyentuh Alexis Saelemaekers saat bola berada di dekat area teknis.
“Saya ingin meminta maaf. Hari ini saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan. Karena emosi, saya menyentuh bola dan itu tidak seharusnya dilakukan, apalagi oleh seorang pelatih,” ujar Fabregas kepada DAZN.
Ia menegaskan perbuatannya tidak patut dicontoh dan berharap insiden serupa tak terulang sepanjang kariernya.
Dalam konferensi pers, Fabregas kembali meminta maaf, termasuk kepada Allegri. Namun ia menilai respons pelatih Milan itu terlalu berlebihan.
“Saya sudah minta maaf. Komentar Allegri berlebihan. Itu hanya sentuhan kecil, tapi memang tidak seharusnya terjadi,” tegasnya.
Baca Juga: 1100 Hari Absen karena Cedera ACL, Eks Barcelona dan AC Milan Mengaku Mendapat Mukjizat
Fabregas juga mengaku sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Luka Modric dan Mike Maignan atas insiden tersebut.
Terlepas dari kontroversi, Fabregas memuji performa timnya. Ia menilai Como tampil berani dan penuh identitas di kandang Milan.
“Kami bermain dengan kepribadian. Tidak banyak tim datang ke San Siro dan bermain seperti ini,” katanya.
Fabregas menyebut timnya hampir tampil sempurna, tetapi kesalahan kecil di level tertinggi bisa langsung berujung gol.
Ia juga memberi pujian khusus kepada Luka Modric, yang dinilainya tetap luar biasa meski sudah berusia 41 tahun.
“Dia fenomenal. Kami harus bersyukur bisa melihatnya bermain di Serie A,” ucap Fabregas.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Diego Simeone Paham Betul dengan Keputusan Pep Guardiola
-
Pecah! Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar Sukses Sedot Perhatian Ratusan Peserta
-
Persib Bandung Juara Super League, Eks Chelsea dan Real Madrid Ikut Semringah
-
Media Vietnam Soroti John Herdman, Sebut Ragu dengan Kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Dony Tri Pamungkas Tak Takut Super League Musim Depan Tanpa Aturan Pemain U-23
-
Persib Bandung Beri Hormat pada Borneo hingga Persija Usai Drama Sengit di Super League 2025/2026
-
3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
-
Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS
-
Real Madrid Resmi Berpisah dengan David Alaba
-
Manuel Neuer Dipastikan Jadi Kiper Utama Jerman di Piala Dunia 2026