- Persib Bandung mengalahkan Ratchaburi FC 1-0 di GBLA setelah kartu merah memicu ketegangan tinggi.
- Pemain Ratchaburi, Tae Jaroensak, alami teror pelemparan benda sejak pemanasan hingga akhir pertandingan.
- Oknum suporter masuk lapangan dan melempar benda; tim wasit dievakuasi demi keselamatan segera.
Suara.com - Laga panas antara Persib Bandung kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tak hanya menyisakan cerita soal skor. Pemain Ratchaburi, Tae Jaroensak, membeberkan pengalaman mencekam yang ia rasakan setelah pertandingan berakhir.
Dalam duel tersebut, Persib menang tipis 1-0 lewat gol Andrew Jung. Namun ketegangan sudah terasa sejak babak pertama, terutama setelah Uilliam Barros diganjar kartu merah pada menit ke-45+5. Keputusan itu memantik tensi tinggi di lapangan.
Kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Al Shamrani, juga menjadi sorotan. Sejumlah keputusan yang dinilai kontroversial memicu reaksi keras dari tribun. Situasi memanas dan mencapai puncaknya setelah peluit panjang dibunyikan.
Sejumlah oknum suporter tuan rumah dilaporkan masuk ke lapangan. Lemparan benda ke arah pemain dan ofisial pun tak terhindarkan. Tim wasit bahkan langsung bergegas menuju ruang ganti demi alasan keselamatan, mengikuti instruksi komisioner pertandingan.
Tae Jaroensak menyebut momen itu sebagai pengalaman yang tak akan ia lupakan. Melalui media sosial, ia memastikan kondisi seluruh tim dalam keadaan aman, meski tekanan begitu besar.
“Terima kasih semuanya atas perhatiannya. Semua anggota tim selamat,” ujar dia.
Ia juga menggambarkan situasi yang menurutnya sudah terasa tak nyaman bahkan sejak sesi pemanasan dimulai. Tae mengaku berbagai benda dilemparkan dari tribun ke arah lapangan.
“Pertandingannya mengerikan. Orang-orang melempar batu, bata, botol air, dan menyalakan suar ke arah para pemain saat pemanasan."
"Ditambah lagi, tampaknya para penggemar kami terlibat dalam beberapa bentrokan saat duduk di tribune,” ucap pemain Ratchaburi FC itu menambahkan.
Baca Juga: 5 Fakta Miris Usai Persib Disingkirkan Ratchaburi FC: Suporter Masuk Lapangan Sampai Teror Rasisme
Meski berada dalam atmosfer penuh tekanan, Tae memastikan tidak ada korban luka serius dari pihak timnya. Ia bersyukur seluruh rombongan bisa melewati situasi tersebut dengan selamat.
“Untungnya, tidak ada yang terluka, dan kami berhasil melewatinya. Terima kasih semuanya karena telah lolos bersama,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Kontrak Tinggal Semusim, Vinicius Jr Bicara Masa Depannya di Real Madrid
-
Real Madrid Tak Gentar Hadapi Bayern, Arbeloa: Skenarionya Cuma Satu, Menang!
-
Arsenal Pincang Hadapi Sporting, Arteta Pastikan Bukayo Saka dan Timber Masih Menepi
-
Klasemen Liga Italia Memanas: Napoli Kudeta Posisi AC Milan, Inter Makin Nyaman di Pucuk
-
Hasil Liga Italia: Juventus Hajar Genoa, Napoli Permalukan AC Milan
-
Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa
-
Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United
-
Profil Muhammad Sanjaya yang Cetak Hattrick di Laga Debutnya Bareng Timnas Futsal Indonesia
-
Ventura Beri Nasihat untuk Gennaro Gattuso Usai Mundur dari Timnas Italia
-
Reece James Berpeluang Kembali Perkuat Chelsea di Akhir Musim