- Inter Milan kalah 1-3 dari FK Bodo/Glimt pada leg pertama playoff Liga Champions di Norwegia.
- Legenda AC Milan, Billy Costacurta, menyatakan kondisi lapangan Aspmyra Stadion sangat tidak standar untuk sepak bola.
- Costacurta mencontohkan klub besar Eropa lain pernah kesulitan bermain akibat kondisi lapangan ekstrem markas Bodo/Glimt.
Suara.com - Kekalahan 1-3 Inter Milan dari FK Bodo/Glimt pada leg pertama playoff UEFA Champions League menuai sorotan tajam.
Legenda AC Milan, Billy Costacurta, angkat bicara dan menilai kondisi lapangan di Norwegia menjadi faktor krusial dalam hasil mengejutkan tersebut.
Berbicara di Sky Sport, Costacurta menegaskan dirinya tidak sedang membela Inter. Namun ia menyebut laga di Aspmyra Stadion menghadirkan kondisi yang jauh dari standar sepak bola pada umumnya.
“Saya tidak ingin membela Inter, tetapi itu bukan sepak bola, itu olahraga yang berbeda. Lapangannya terlalu berbeda,” ujar Costacurta.
Menurutnya, faktor rumput sintetis dan kondisi cuaca ekstrem membuat pertandingan berjalan tidak normal.
Costacurta juga menyoroti fakta bahwa sejumlah klub besar Eropa pernah kesulitan di markas Bodo/Glimt.
“Di sana juga kalah Manchester City dan Atletico Madrid. Jadi saya tidak akan terlalu memikirkan hasil ini,” tambahnya.
Ia mengakui Juventus pernah menang di stadion tersebut, tetapi situasinya berbeda karena Bodo saat itu berada di fase akhir musim.
Dalam laga tersebut, Inter sempat menyamakan kedudukan lewat Pio Esposito. Namun, dua gol cepat Jens Petter Hauge dan Hogh di babak kedua membuat pasukan Cristian Chivu pulang dengan kekalahan.
Baca Juga: Arsenal Tergelincir Lagi, Superkomputer Ungkap Peluang Juara The Gunners Menipis?
Costacurta menilai hasil ini tetap harus dievaluasi, tetapi tidak bisa dilepaskan dari konteks pertandingan yang tidak biasa.
“Tiga pertandingan klub Italia di Liga Champions musim ini terasa aneh dengan alasan berbeda-beda. Tapi memang sudah lama kita katakan ada tim-tim yang bermain dengan ritme lebih tinggi,” ujarnya.
Inter kini wajib menang dengan selisih minimal dua gol di San Siro untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Meski tertinggal agregat, Costacurta yakin situasi bisa berubah saat bermain di kandang sendiri dengan kondisi lapangan yang lebih familiar.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia
-
Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola
-
Arne Slot Pastikan Alexander Isak Siap Main Lawan PSG, Tapi dari Bangku Cadangan
-
Hadirkan Ronaldo hingga Del Piero, Jakarta Targetkan Eksposur Global Lewat Clash of Legends
-
Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina
-
Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala AFF Futsal 2026
-
Ronaldo hingga Patrick Kluivert Bakal Adu Tanding di GBK, Catat Tanggalnya!
-
Pulih dari Cedera, Muhammad Ferrari Siap Perkuat Bhayangkara FC
-
NAC Breda Dilaporkan Tak Terima Usai Dean James Lolos dari Sanksi KNVB
-
Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter