- Final Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026, meski menuai kritik suporter.
- Kritik utama diarahkan pada akses stadion yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi, berbeda dengan desain stadion Eropa.
- MetLife Stadium, dibuka tahun 2010, merupakan fasilitas modern yang juga pernah menggelar Super Bowl dan laga uji coba FIFA 2025.
Suara.com - Final Piala Dunia 2026 akan digelar di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026. Namun jauh sebelum laga puncak dimainkan, stadion berkapasitas 82.500 penonton itu mendapat cap buruk dari suporter.
Sejumlah suporter internasional menyebut lokasi stadion tersebut mengerikan dan distopia, gambaran buruk, penuh penindasan masyarakat.
Hal ini lantaran akses ke stadion final Piala Dunia 2026 itu dinilai terlalu bergantung pada kendaraan pribadi.
MetLife Stadium yang terletak di East Rutherford, New Jersey, merupakan kandang dua tim NFL: New York Giants dan New York Jets.
Secara fasilitas, stadion ini tergolong modern dengan area concourse luas dan berbagai pilihan hiburan di dalamnya. Namun, persoalan muncul saat membahas cara menuju stadion.
Berbeda dengan banyak stadion di Eropa yang bisa dicapai dengan berjalan kaki dari pusat kota atau kawasan padat penduduk, MetLife dikelilingi lautan parkiran dan jalan tol.
Bahkan, terdapat peringatan dari Kepolisian Negara Bagian New Jersey bahwa berjalan kaki di area tertentu menuju stadion dianggap ilegal dan berbahaya.
Foto-foto kawasan beton di sekitar stadion viral pada Februari lalu, memicu komentar pedas dari warganet.
“Saya sudah berkali-kali ‘menderita’ di MetLife,” tulis seorang pengguna media sosial seperti dikutip dari Talksport.
Baca Juga: Bedah Taktik Aleksandar Dimitrov Lawan John Herdman di FIFA Series 2026
Komentar lain menyebut pengalaman menonton final Piala Dunia Antarklub di stadion tersebut sebagai pengalaman paling buruk selama menjadi suporter.
Sebagian perdebatan justru menyoroti perbedaan budaya antara Amerika Serikat dan Eropa. Banyak fans Amerika membela desain kawasan stadion yang memang dirancang untuk pengguna mobil.
“New Jersey memang didesain untuk mobil, bukan pejalan kaki,” tulis seorang netizen.
Yang lain menambahkan, “Di sini hampir semua orang punya mobil, jadi tak butuh infrastruktur seperti di Eropa.”
MetLife Stadium dibuka pada 2010 dengan biaya pembangunan mencapai 1,6 miliar dolar AS.
Stadion ini sebelumnya menjadi bagian dari pencalonan New York untuk Olimpiade 2012 yang akhirnya dimenangkan London.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?