- Timnas Bulgaria asuhan Aleksandar Dimitrov akan meladeni Timnas Indonesia pada Maret 2026 di SUGBK.
- Pelatih Dimitrov menerapkan taktik pragmatis-agresif dengan menekan lawan tinggi dan transisi menyerang cepat.
- Strategi bertahan Bulgaria menggunakan blok menengah dinamis serta mengandalkan eksploitasi lebar lapangan untuk menyerang.
Suara.com - Tim nasional Bulgaria bakal menjadi lawan Timnas Indonesia besutan John Herdman dalam FIFA Series 2026.
Pertandingan Timnas Indonesia melawan Bulgaria bakal digelar pada Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov sejatinya bukan orang baru di sepak bola Indonesia.
Dimitrov pernah asisten pelatih Timnas Indonesia di Piala Asia, bahkan lebih dulu memperkuat Persipura Jayapura pada periode 2003–2005.
Lantas dengan latar belakang yang cukup familiar dengan sepak bola Indonesia, seperti apa taktik dan strategi pelatih 49 tahun tersebut? Berikut ulasannya
Meski tidak selalu disorot sebagai pelatih dengan gaya eksperimental ekstrem, Dimitrov justru dikenal lewat pendekatan pragmatis-agresif yang menekankan inisiatif permainan dan pressure tinggi kepada tim lawan.
Sejumlah media Bulgaria seperti Gol.bg dan Topsport menyebut gaya main dari tim besutan Dimitrov lebih maju dan lebih agresif untuk menyulitkan lawan.
Identitas Permainan: Agresif dan Proaktif
Dimitrov bukan tipe pelatih yang nyaman menunggu di blok rendah sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Risiko Besar! Ini 3 Kerugian Jika Jordi Amat Dimajukan ke Lini Tengah
Dimitrov menekankan pentingnya mengambil kontrol tempo sejak awal laga. Artinya, timnya didorong untuk melakukan pressing lebih tinggi di area lawan.
Bulgaria era Dimitrov juga melakoni permainan cepat transisi menyerang setelah merebut bola serta emaksimalkan permainan melebar sebelum masuk ke half-space.
Pendekatan ini menunjukkan kecenderungan sistem yang fleksibel, sering kali berbasis 4-2-3-1 atau 4-3-3, tergantung komposisi pemain.
Ketika menghadapi tim dengan kualitas individu lebih tinggi, Dimitrov tetap mempertahankan keberanian menyerang, meski dengan struktur pertahanan yang lebih disiplin.
Struktur Bertahan: Blok Menengah yang Dinamis
Meski dikenal agresif, Dimitrov tidak mengorbankan keseimbangan. Dalam fase bertahan, timnya cenderung menggunakan, bok menengah (mid-block), garis pertahanan cukup rapat antar lini, serta trigger pressing saat bola masuk ke sisi sayap.
Transisi negatif menjadi kunci. Begitu kehilangan bola, dua hingga tiga pemain terdekat langsung melakukan tekanan awal (counter-pressing) untuk mencegah serangan balik cepat lawan.
Pendekatan ini menunjukkan pengaruh sepak bola modern Eropa Timur yang menggabungkan disiplin struktural dengan intensitas fisik tinggi.
Salah satu elemen paling menonjol dari tim Dimitrov adalah eksploitasi sisi lapangan.
Dalam beberapa pertandingan uji coba dan kualifikasi kelompok umur, serangan banyak dibangun melalui, overlap bek sayap, winger dengan mobilitas tinggi dan pergerakan diagonal penyerang sayap ke kotak penalti
Skema ini efektif untuk menciptakan situasi 2v1 di sisi lapangan.
Dimitrov tampaknya menyadari bahwa kualitas individu Bulgaria belum sepenuhnya unggul di tengah, sehingga lebar lapangan menjadi solusi strategis.
“Kita akan mencoba menjadi lebih agresif, bermain lebih maju, dan berusaha untuk mempersulit lawan sebanyak mungkin.” kata Dimitrov seperti dikutip dari Gol.bg
Berita Terkait
-
Risiko Besar! Ini 3 Kerugian Jika Jordi Amat Dimajukan ke Lini Tengah
-
Pelatih Ajax Fred Grim Sindir Peran Penasihat Teknis Timnas Indonesia Jordi Cruyff
-
Ajax Amsterdam Krisis, Maarten Paes Justru Ketiban Berkah Malam Nanti?
-
Jay Idzes Tembok Kokoh Sassuolo! Verona Digulung 3-0, Berardi Cetak Brace di Serie A
-
Hubner Tampil Solid! Fortuna Sittard Tumbangkan Excelsior 2-1, Miliano Jonathans Jadi Super Sub
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Disindir Tak Punya Aura Kuat sebagai Pelatih Liverpool, Arne Slot Serang Balik Wayne Rooney
-
Bali United Kebobolan 10 Gol dalam 4 Laga, Johnny Jansen Bakal Lakukan Apa?
-
Pede Abis! Arema FC Incar Empat Kemenangan Beruntun Lawan Madura United
-
Liam Rosenior Mendadak Beri Pujian Joao Pedro, Ada Apa?
-
Antusiasme Bruno Gomes Segera Debut Bersama Persis Solo dan Kalahkan PSBS Biak
-
Link Live Streaming Madura United vs Arema FC: Tuan Rumah Percaya Diri!
-
Alvaro Arbeloa Ungkap Kondisi Mental Vinicius Jr Usai Umpatan Rasis yang Diucap Prestianni
-
Sassuolo Hajar Verona! Fabio Grosso Senyum Puas Lihat Penampilan Solid Jay Idzes Cs
-
Pelatih Ajax Fred Grim Sindir Peran Penasihat Teknis Timnas Indonesia Jordi Cruyff
-
Persib Bandung Waspadai Persita, Bojan Hodak: Mereka Tim Berbahaya