- Dugaan komentar rasis Prestianni kepada Vinicius Junior saat laga Liga Champions memicu UEFA melakukan investigasi resmi.
- Insiden tersebut menyebabkan pertandingan sempat terhenti sepuluh menit karena Vinicius melaporkan dugaan hinaan kepada wasit pertandingan.
- Wacana aturan baru muncul, mengusulkan sanksi bagi pemain yang berbicara sambil menutup mulut, berpotensi dikenal sebagai Prestianni Law.
Suara.com - Wacana perubahan aturan di sepak bola internasional mencuat setelah insiden dugaan komentar rasis yang melibatkan Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior dalam laga Liga Champions.
Dalam pertandingan play-off leg pertama antara Real Madrid melawan SL Benfica, Vinicius mencetak satu-satunya gol kemenangan.
Namun selebrasi pemain Brasil itu berubah menjadi momen panas setelah ia melapor kepada wasit terkait dugaan komentar diskriminatif dari Prestianni.
Usai mencetak gol, Vinicius langsung menghampiri wasit dan mengadukan dugaan hinaan. Protokol anti-rasisme pun diaktifkan, menyebabkan pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit.
Kylian Mbappe juga disebut mendengar ucapan tersebut dan mendesak agar Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain pada leg kedua di Santiago Bernabeu.
UEFA telah mengumumkan investigasi atas dugaan perilaku diskriminatif tersebut.
Proses penyelidikan dilaporkan bisa memakan waktu hingga tiga pekan.
Jika terbukti bersalah, Prestianni berpotensi menghadapi sanksi berat berdasarkan Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA terkait rasisme dan perilaku diskriminatif, termasuk kemungkinan larangan bermain hingga 10 pertandingan.
Mantan bek Manchester United dan Arsenal, Mikael Silvestre, yang kini menjadi anggota FIFA Players Voice Panel, mengungkapkan adanya pembahasan internal terkait aturan baru.
Baca Juga: Siapa Pemain yang Tidak Dibawa John Herdman di FIFA Series 2026?
Menurut Silvestre, ada wacana untuk memberikan sanksi kepada pemain yang secara jelas menutupi mulut saat berbicara dalam situasi panas di lapangan.
“Kami mencoba mencari cara untuk memberi sanksi kepada pemain yang berbicara sambil menutupi mulut. Ini berbeda jika hanya membahas taktik, tetapi jika ada unsur kebencian, itu harus ditindak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa diskusi dengan wasit juga diperlukan untuk menentukan batasan tindakan yang bisa diambil di lapangan.
Wacana ini pun dijuluki sejumlah pihak sebagai potensi Prestianni Law.
Pihak Benfica membantah keras tuduhan tersebut. Klub asal Lisbon itu menyatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan menyebut Prestianni menjadi sasaran kampanye pencemaran nama baik.
Prestianni sendiri telah membantah menggunakan kata-kata rasis dan bahkan menonaktifkan kolom komentar di akun Instagram pribadinya.
Berita Terkait
-
Siapa Pemain yang Tidak Dibawa John Herdman di FIFA Series 2026?
-
Bedah Taktik Aleksandar Dimitrov Lawan John Herdman di FIFA Series 2026
-
Alvaro Arbeloa Ungkap Kondisi Mental Vinicius Jr Usai Umpatan Rasis yang Diucap Prestianni
-
Erick Thohir Bantah Tudingan Media Malaysia Soal Dalang Aduan FIFA: Maaf, Saya Kelasnya Tak di Situ
-
Pelatih Bulgaria Blak-blakan Soal Ambisi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mohamed Salah Menangis Tinggalkan Liverpool: Ini Kehidupan Saya
-
Maarten Paes Tepis 2 Penalti: Saya Mempelajari Semua Tendangan Lawan
-
Pep Guardiola Pamit dari Etihad, Pesan Emosional Agar Standar Juara Manchester City Tak Turun
-
Anggaran Gaji Casemiro di Manchester United Dialihkan untuk Rekrut Ederson dan Sandro Tonali
-
Jay Idzes Cedera Lagi Saat Sassuolo Tumbang Lawan Parma, Terancam Absen Bela Timnas Indonesia
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Arsenal Jadi Klub Pertama Liga Inggris Tanpa Kartu Merah dan Penalti
-
Rizky Ridho Peluang ke Klub Serie A Liga Italia Como 1907?
-
Maarten Paes Menggila! Jadi Pahlawan Ajax Dapat Tiket Kualifikasi Liga Konferensi Eropa
-
Selamat dari Degradasi, Roberto De Zerbi Minta Tottenham Datangkan Pemain Top