Bola / Bola Dunia
Minggu, 22 Februari 2026 | 15:25 WIB
Ilustrasi Donald Trump dan Piala Dunia 2026 [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden Trump menetapkan tarif perdagangan global baru 10% mulai 24 Februari pasca putusan MA tentang kewenangan tarif.
  • Tarif baru ini berlaku bagi negara mitra dagang AS, termasuk yang terlibat Piala Dunia 2026.
  • Kebijakan ini berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik dan meningkatkan biaya perdagangan bagi negara peserta turnamen.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat keputusan besar yang berpotensi berdampak pada sejumlah negara peserta Piala Dunia 2026.

Di tengah persiapan turnamen akbar yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Trump resmi menetapkan tarif perdagangan global baru sebesar 10 persen.

Keputusan tersebut diumumkan tak lama setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global sebelumnya yang dikeluarkan pemerintah Trump.

Pada Jumat lalu, enam hakim Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa kewenangan untuk menetapkan tarif berada di tangan Kongres, bukan Presiden. Artinya, kebijakan tarif global sebelumnya dinilai tidak sah.

Namun Trump langsung merespons keras putusan tersebut.

Ia menyebut sebagian hakim memalukan dan berjanji tetap memberlakukan tarif baru melalui Pasal 122 undang-undang perdagangan AS.

Donald Trump [The White House]

Lewat aturan tersebut, Presiden diizinkan menetapkan tarif sementara hingga 15 persen selama 150 hari sebelum Kongres turun tangan.

Trump memilih angka 10 persen sebagai tarif global pengganti, yang mulai berlaku pada 24 Februari.

Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa negara-negara yang sebelumnya memiliki perjanjian dagang khusus dengan AS, termasuk Inggris dan anggota Uni Eropa, kini akan dikenakan tarif global 10 persen, menggantikan skema lama yang berbeda-beda.

Baca Juga: Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026

Secara sederhana, tarif perdagangan adalah pajak yang dikenakan pada barang impor dari luar negeri.

Tujuannya melindungi industri domestik dengan menaikkan harga barang asing.

Sebagai contoh, jika sebuah produk seharga £10 dikenakan tarif 100 persen, maka harga akhirnya menjadi £20.

Dampaknya, perusahaan pengimpor bisa mengurangi jumlah barang yang masuk karena harga menjadi lebih mahal.

Dengan tarif global 10 persen yang akan berlaku, negara-negara mitra dagang AS, termasuk yang terlibat dalam ekosistem Piala Dunia berpotensi menghadapi peningkatan biaya perdagangan.

Meski belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait dampak langsung kebijakan ini terhadap turnamen, para pengamat menilai kebijakan perdagangan dan politik luar negeri AS dapat memengaruhi hubungan diplomatik dengan negara-negara peserta.

Inggris, misalnya, sebelumnya dikenakan tarif 10 persen atas ekspor ke AS, sementara Uni Eropa berada di angka 15 persen. Kini seluruhnya diseragamkan menjadi 10 persen.

Juru bicara Downing Street menyatakan bahwa pemerintah Inggris tengah berkoordinasi dengan Washington untuk memahami implikasi keputusan tersebut dan berharap posisi dagang istimewa dengan AS tetap terjaga.

Load More