-
Mauricio Souza simpati atas kegagalan Persib namun tetap fokus penuh hanya pada Persija.
-
Persib Bandung tersingkir dari ACL Two setelah kalah agregat dari klub Thailand Ratchaburi FC.
-
Dewa United menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di kompetisi antarklub level Asia.
Pertandingan perempat final AFC Challenge tersebut rencananya akan berlangsung pada tanggal lima dan dua belas Maret.
Mauricio Souza menyadari bahwa gugurnya Persib merupakan sebuah kerugian kolektif bagi poin koefisien sepak bola nasional.
Kendati demikian dirinya menegaskan bahwa tanggung jawab utamanya adalah membawa Persija Jakarta meraih hasil yang maksimal.
Prinsip tersebut ia sampaikan secara terbuka saat menemui para jurnalis dalam sebuah kesempatan wawancara resmi baru-baru ini.
Beliau ingin memastikan bahwa energi seluruh elemen tim saat ini hanya tercurah untuk memperbaiki performa di lapangan.
“Saya turut prihatin atas tersingkirnya tim Indonesia (Persib Bandung) dari AFC (ACL 2). Tapi, kami tidak bisa mengontrol tim lain. Kami hanya bisa mengontrol Persija,” kata Mauricio Souza kepada awak media.
Pernyataan tegas ini memberikan sinyal bahwa Persija tidak akan terpengaruh oleh kondisi naik turunnya performa lawan.
Souza menilai bahwa setiap klub memiliki dapur pacu dan masalah internal yang berbeda yang tidak perlu dicampuri.
Sikap dingin namun hormat ini menunjukkan kematangan mental dari seorang arsitek strategi di level kompetisi tertinggi.
Baca Juga: Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
Ia lebih memilih menghabiskan waktu untuk menganalisis taktik timnya sendiri daripada mengomentari kegagalan tim lain secara berlebih.
Banyak pihak memprediksi bahwa fokus Persib yang kini kembali ke domestik akan mengancam posisi tim-tim papan atas.
Tanpa adanya jadwal padat di kompetisi Asia Persib tentu memiliki waktu istirahat dan persiapan yang jauh lebih baik.
Kondisi fisik pemain lawan yang lebih bugar bisa menjadi tantangan ekstra bagi Persija dalam perburuan gelar juara.
Situasi liga diprediksi akan semakin sengit karena semua tim besar kini bertarung di satu lintasan yang sama.
Persaingan menuju podium tertinggi Super League dipastikan bakal melibatkan drama taktik yang sangat menguras tenaga dan pikiran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Profil dan Karier Igor Tolic, Pelatih Baru Persib Bandung Gantikan Bojan Hodak
-
AC Milan Cuci Gudang: Allegri Dipecat, Ibrahimovic Bertahan
-
Alphonso Davies Terancam Absen pada Laga Perdana Kanada di Piala Dunia 2026
-
Tak Seperti Rumor, Antonio Conte Tak Masuk Radar AC Milan
-
Lionel Messi Tumbang Jelang Piala Dunia 2026, Hoyos: Jangan Ambil Risiko Jika Tak Yakin!
-
Inter Miami Konfirmasi Lionel Messi Alami Kelelahan Otot Hamstring
-
Dituduh Gila Rekor Individu, Bruno Fernandes Semprot Balik Roy Keane: Jangan Memutarbalikkan Fakta!
-
Skenario Tanpa Jay Idzes: 3 Nama Bisa Gantikan Sang Kapten di Lini Belakang Timnas Indonesia
-
Julian Alvarez Ingin Tinggalkan Atletico Madrid, Dua Klub Ini Mengintai
-
Tak Masuk Skuad Spanyol ke Piala Dunia 2026, Bek Real Madrid Beri Respons Menohok