-
Persija Jakarta mengutamakan pemulihan fisik pemain daripada latihan jelang lawan Malut United.
-
Mauricio Souza mengabaikan statistik masa lalu dan fokus pada kekuatan baru Malut United.
-
Jordi Amat mewaspadai kekuatan tuan rumah demi menjaga tren positif kemenangan Persija Jakarta.
Suara.com - Laga panas pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 akan mempertemukan Malut United dengan tim tamu Persija Jakarta.
Pertandingan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Kieraha pada Selasa malam pukul 21.00 WIT.
Menariknya, skuad berjuluk Macan Kemayoran ini memutuskan untuk tidak mengambil jatah latihan resmi atau persiapan khusus.
Kebijakan ini diambil secara mendadak mengingat rombongan tim baru saja menempuh perjalanan udara yang sangat melelahkan.
Skuad asal ibu kota tersebut diketahui baru menginjakkan kaki di Ternate pada Senin pagi hari.
Arsitek tim Persija, Mauricio Souza, memberikan penjelasan mendalam terkait alasan di balik keputusan tidak berlatih tersebut.
Pelatih berkebangsaan Brasil ini lebih memprioritaskan kebugaran anak asuhnya daripada memaksakan menu latihan di lapangan hijau.
Faktor kelelahan menjadi musuh utama yang harus diredam sebelum peluit kick-off pertandingan dimulai besok malam.
Souza menilai waktu istirahat yang berkualitas akan memberikan dampak jauh lebih positif bagi performa pemain di lapangan.
Baca Juga: Persib Out dari AFC, Mauricio Souza Percaya Persija Masih Punya Peluang Besar Juara Super League
“Kami tidak melakukan persiapan khusus di lapangan hari ini. Perjalanan sangat panjang dan menguras tenaga. Sepanjang malam pemain berada dalam perjalanan, jadi saya pikir lebih baik mereka mendapatkan waktu istirahat agar kondisi lebih segar saat pertandingan,” ujar Mauricio.
Meskipun Persija punya catatan manis menang tipis musim lalu, sang pelatih enggan terjebak dalam nostalgia tersebut.
Statistik pertemuan sebelumnya dianggap tidak akan berpengaruh banyak pada dinamika pertandingan yang akan berjalan besok.
Pelatih berpengalaman itu menekankan bahwa setiap musim dan setiap laga memiliki tingkat kesulitan yang selalu berbeda.
Kualitas Malut United saat ini dipandang sebagai ancaman serius yang bisa menyulitkan langkah Persija meraih poin penuh.
“Saya selalu bilang kepada seluruh pemain bahwa pertandingan besok adalah cerita baru. Masa lalu adalah masa lalu. Kami menghormati Malut United sebagai tim yang punya teknik dan kualitas yang baik. Apalagi mereka bermain di kandang sendiri, tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?