-
Timnas Indonesia akan hadapi St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 bulan Maret.
-
Erick Thohir waspadai gaya main ala Inggris dan serangan balik cepat lawan dari CONCACAF.
-
Turnamen ini menjadi ujian perdana bagi pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, di SUGBK.
Suara.com - Agenda internasional bertajuk FIFA Series 2026 akan menjadi panggung pembuktian awal bagi ketangguhan skuad Timnas Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan perhatian khusus terhadap calon lawan Indonesia dari zona CONCACAF tersebut.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini diprediksi akan menyedot antusiasme tinggi masyarakat.
Publik sepak bola nasional sangat menantikan bagaimana tangan dingin pelatih anyar John Herdman meramu strategi tim.
Laga perdana ini dianggap sebagai momentum krusial bagi Indonesia untuk menaikkan standar permainan di level dunia.
Erick Thohir menegaskan bahwa pemilihan St. Kitts and Nevis sebagai lawan bukanlah tanpa alasan yang kuat.
Negara tersebut memiliki latar belakang sejarah yang membentuk karakter permainan sepak bola mereka hingga saat ini.
"Di pertandingan pertama, Indonesia akan melawan St. Kitts and Nevis (CONCACAF), yang merupakan bekas koloni Inggris," kata Erick dalam keterangannya.
Erick juga membedah secara teknis bagaimana skema permainan yang kemungkinan besar akan diterapkan oleh tim tamu.
Baca Juga: Jadwal FIFA Series Resmi Dirilis, PSSI Soroti 2 Hal
"Gaya main mereka banyak mengadopsi British football style, dan juga mengandalkan counter attack," jelas lelaki yang juga menteri pemuda dan olahraga itu.
Jika pasukan John Herdman mampu mengamankan kemenangan, tantangan yang jauh lebih kompleks sudah menunggu di depan mata.
Pemenang laga ini dijadwalkan bertemu dengan tim terbaik dari hasil pertandingan antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.
Keberagaman asal benua peserta ini sengaja dirancang untuk memberikan jam terbang internasional yang sangat bervariasi.
Skuad Garuda akan dipaksa beradaptasi dengan kecepatan, teknik tinggi, hingga kedisiplinan taktik dari lawan yang berbeda.
Erick ingin para pemain merasakan langsung atmosfer menghadapi berbagai mazhab sepak bola dari seluruh penjuru dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis
-
Tangani Dampak Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Layanan Adminduk Hingga Bantuan Presiden Berjalan
-
Panas! Disindir Dicariin Masyarakat, Kiky Saputri Sebut Barisan Sakit Hati Pilpres
-
Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk
-
European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya
-
Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital
-
Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan