Bola / Bola Indonesia
Selasa, 24 Februari 2026 | 12:01 WIB
Pemain Timnas Indonesia Jordi Amat (IG Jordi Amat)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia akan hadapi St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 bulan Maret.

  • Erick Thohir waspadai gaya main ala Inggris dan serangan balik cepat lawan dari CONCACAF.

  • Turnamen ini menjadi ujian perdana bagi pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, di SUGBK.

Suara.com - Agenda internasional bertajuk FIFA Series 2026 akan menjadi panggung pembuktian awal bagi ketangguhan skuad Timnas Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan perhatian khusus terhadap calon lawan Indonesia dari zona CONCACAF tersebut.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini diprediksi akan menyedot antusiasme tinggi masyarakat.

Publik sepak bola nasional sangat menantikan bagaimana tangan dingin pelatih anyar John Herdman meramu strategi tim.

Laga perdana ini dianggap sebagai momentum krusial bagi Indonesia untuk menaikkan standar permainan di level dunia.

Erick Thohir menegaskan bahwa pemilihan St. Kitts and Nevis sebagai lawan bukanlah tanpa alasan yang kuat.

Negara tersebut memiliki latar belakang sejarah yang membentuk karakter permainan sepak bola mereka hingga saat ini.

"Di pertandingan pertama, Indonesia akan melawan St. Kitts and Nevis (CONCACAF), yang merupakan bekas koloni Inggris," kata Erick dalam keterangannya.

Erick juga membedah secara teknis bagaimana skema permainan yang kemungkinan besar akan diterapkan oleh tim tamu.

Baca Juga: Jadwal FIFA Series Resmi Dirilis, PSSI Soroti 2 Hal

"Gaya main mereka banyak mengadopsi British football style, dan juga mengandalkan counter attack," jelas lelaki yang juga menteri pemuda dan olahraga itu.

Jika pasukan John Herdman mampu mengamankan kemenangan, tantangan yang jauh lebih kompleks sudah menunggu di depan mata.

Pemenang laga ini dijadwalkan bertemu dengan tim terbaik dari hasil pertandingan antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.

Keberagaman asal benua peserta ini sengaja dirancang untuk memberikan jam terbang internasional yang sangat bervariasi.

Skuad Garuda akan dipaksa beradaptasi dengan kecepatan, teknik tinggi, hingga kedisiplinan taktik dari lawan yang berbeda.

Erick ingin para pemain merasakan langsung atmosfer menghadapi berbagai mazhab sepak bola dari seluruh penjuru dunia.

Kepulauan Solomon hadir dengan membawa identitas sepak bola yang sangat mengandalkan kemampuan individu para pemainnya.

Kekuatan mereka lahir dari akar budaya futsal dan sepak bola jalanan yang membuat pemainnya sangat lincah.

Sementara itu, Bulgaria membawa profil sebagai tim Eropa Timur yang mengedepankan organisasi pertahanan yang sangat rapat.

Tim asal Eropa tersebut dikenal sangat pragmatis dan mampu menghukum lawan hanya melalui satu momen individu yang brilian.

Perbedaan gaya main dari dua calon lawan potensial ini menjadi laboratorium berharga bagi perkembangan taktik Timnas Indonesia.

Turnamen ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang uji coba biasa bagi para pemain yang dipanggil.

Erick Thohir memproyeksikan ajang ini sebagai batu loncatan untuk membangun fondasi kekuatan Timnas di masa depan.

Integrasi antara filosofi pelatih baru dan kemampuan adaptasi pemain menjadi kunci utama keberhasilan di FIFA Series.

Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut meyakini bahwa menghadapi tim dari tiga benua berbeda akan mempercepat proses pendewasaan tim.

"Saya berharap, Timnas di era pelatih baru ini bisa memanfaatkan ajang ini untuk membangun kembali kekuatan Timnas," pungkasnya.

Berdasarkan jadwal resmi, pertandingan pembuka akan mempertemukan Indonesia dengan Saint Kitts dan Nevis pada Jumat malam.

Laga tersebut dijadwalkan kick-off pada pukul 20.00 WIB di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia, yakni SUGBK.

Pada hari yang sama, penonton juga bisa menyaksikan duel antara Bulgaria kontra Kepulauan Solomon sore harinya.

Setelah jeda dua hari, turnamen akan dilanjutkan ke babak penentuan pada hari Senin berikutnya di lokasi sama.

Perebutan tempat ketiga dan laga final akan menjadi penutup rangkaian turnamen bergengsi di bulan Maret tersebut.

Manajemen PSSI terus berupaya menyediakan lawan yang kompetitif agar ranking Indonesia di FIFA bisa terus merangkak naik.

Kedisiplinan dalam mengantisipasi serangan balik cepat menjadi poin evaluasi utama yang ditekankan oleh Erick Thohir.

Setiap menit dalam pertandingan ini sangat berharga untuk mematangkan transisi permainan dari bertahan ke menyerang.

Dukungan penuh dari suporter di Senayan diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi seluruh punggawa Garuda.

Transisi kepemimpinan teknis ke John Herdman diharapkan berjalan mulus melalui rangkaian pertandingan yang sangat menantang ini.

Kehadiran tim-tim dengan gaya main yang kontras akan memperkaya literasi taktik para pemain lokal maupun naturalisasi.

FIFA Series 2026 menjadi bukti komitmen PSSI dalam membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih profesional.

Melalui persiapan yang matang, Garuda siap menunjukkan taringnya dalam persaingan ketat melawan negara-negara dari benua berbeda.

Semangat baru di bawah nahkoda baru diharapkan membawa perubahan positif pada performa tim secara keseluruhan di lapangan.

Kini saatnya seluruh elemen bangsa bersatu memberikan dukungan terbaik bagi perjuangan Timnas Indonesia di pentas internasional.

Load More