- Destiny Kosiso Ejiofor John, pemain 12 tahun La Masia, mencetak 145 gol dalam 52 laga 7v7 dan kini dibimbing agen Pini Zahavi.
- Pada musim 2023-2024, Destiny mencetak 100 gol dalam 27 penampilan bersama tim U-10 Barcelona dan menjuarai Iscar Cup.
- Destiny kini dibandingkan dengan bintang dunia seperti Messi dan Mbappe karena insting mencetak golnya yang luar biasa sejak usia muda.
Suara.com - Akademi legendaris milik Barcelona, La Masia kembali lahirkan bibit sepak bola yang bakal menjadi pemain top dunia.
Kali ini, sorotan tertuju pada bocah 12 tahun bernama Destiny Kosiso Ejiofor John.
Wonderkid milik FC Barcelona tersebut dilaporkan mencetak 145 gol dalam 52 pertandingan terakhir di level tujuh lawan tujuh (7v7).
Catatan luar biasa itu membuatnya mulai dibandingkan dengan sejumlah bintang dunia, dari Lionel Messi hingga Kylian Mbappe.
Pada musim 2023–2024, Destiny mencetak 100 gol hanya dalam 27 penampilan bersama tim U-10 Barcelona.
Salah satu pencapaian paling mencolok terjadi di turnamen elite Iscar Cup, di mana ia membukukan 20 gol dalam satu pertandingan.
Musim 2024-2025, meski kerap dimainkan satu level di atas usianya bersama tim U-12, Destiny tetap tampil produktif. Ia terus mencetak gol dengan konsistensi tinggi dan menjadi mesin gol utama timnya.
Awal tahun lalu, ia kembali bersinar saat Barcelona menjuarai kategori U-11 Iscar Cup setelah mengalahkan Real Madrid 4-2 di final.
Destiny juga menjadi top skor dalam turnamen bergengsi Jordi Pitarque Cepria, termasuk mencetak hattrick dalam kemenangan 7-1 di partai puncak.
Baca Juga: Satu Alasan Bikin Laurin Ulrich Ragu Bela Timnas Indonesia
Berkat rasio gol yang luar biasa, Destiny disebut-sebut memiliki insting mencetak gol yang mengingatkan pada bintang Real Madrid, Kylian Mbappe.
Selain itu, publik juga mulai mengaitkannya dengan dua produk terbaik La Masia dalam dua dekade terakhir, yakni Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Menariknya, dilansir dari SPORT, perjalanan karier Destiny sudah mendapat perhatian serius.
Ia kini berada di bawah bimbingan agen ternama Pini Zahavi, super agen yang pernah menangani karier Neymar saat bersinar di Barcelona.
Bakat sepak bola Destiny bukan datang secara kebetulan. Sang ayah, Ejike Paschal, merupakan mantan pemain yang pernah tampil di kasta ketiga Liga Spanyol dan berasal dari Nigeria.
Destiny adalah anak ketiga keluarga Ejiofor yang menembus akademi Barcelona. Kakaknya, David Obinna, bergabung sejak 2017 dan sempat produktif di level 7v7 sebelum kini bermain untuk UE Cornella di divisi kelima Spanyol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Lengkap! Ini Daftar Hadiah Piala Dunia 2026, Disebut-sebut Terbesar Sepanjang Sejarah
-
Sepakan Indah Martin Zubimendi Masuk Kandidat Gol Terbaik Liga Inggris Musim Ini
-
Ogah Balik ke Real Madrid, Jacobo Ramon Ungkap Alasan Bertahan di Como
-
Trauma Diserbu Bobotoh, Pemain Asing Persib Pilih Absen di Pesta Juara Umuh Muchtar
-
Era Baru Manchester City Tanpa Guardiola! Enzo Maresca Siap Bajak Dua Bintang Chelsea
-
Halo Jakmania! Mauricio Souza Kirim Kode Berpisah dengan Persija
-
AC Milan Chaos! Allegri dan Ibrahimovic Nyaris Baku Hantam di Restoran
-
Baru Juara Premier League, Arsenal Langsung Tancap Gas Siapkan Transfer Gila-gilaan
-
Panas! Roy Keane Sebut Bruno Fernandes Cuma Keledai yang Merasa Singa