- Alasan utama Laurin Ulrich ragu membela Timnas Indonesia adalah karena dirinya masih berambisi untuk menembus skuad utama Timnas Jerman.
- Meski sempat menolak pendekatan PSSI pada awal 2025, Ulrich menegaskan tidak pernah menutup kemungkinan membela Indonesia di masa depan.
- Ulrich sedang bersinar di FC Magdeburg dengan catatan lebih dari 1.700 menit bermain dan dinilai ideal sebagai suksesor Thom Haye di lini tengah Garuda.
Suara.com - Nama Laurin Ulrich kini tengah menjadi sorotan hangat sebagai salah satu gelandang muda potensial yang diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Pemain keturunan berdarah Surabaya ini dinilai memiliki profil yang sangat ideal untuk menjadi suksesor jangka panjang Thom Haye di lini tengah.
Proyek regenerasi skuad Garuda yang sedang dibangun oleh pelatih John Herdman membuat kehadiran pemain berkualitas dari Eropa terasa sangat dibutuhkan.
Namun, terdapat satu alasan utama yang membuat Laurin Ulrich masih menahan diri dan ragu untuk menerima pinangan PSSI.
Gelandang milik FC Magdeburg tersebut ternyata masih memendam ambisi besar untuk bisa menembus skuad utama Timnas Jerman di masa depan.
Sikap ini sangat beralasan mengingat ia memiliki rekam jejak mentereng dan pernah dipercaya menjabat sebagai kapten tim kelompok umur Timnas Jerman.
Pihak PSSI sebenarnya sudah melakukan langkah pendekatan secara langsung sejak awal tahun 2025 lalu untuk mengajaknya bergabung.
"Saya tahu ada permintaan (untuk membela Timnas Indonesia), tapi saya kini bermain untuk Jerman. Saya menilai itu penting bagi saya," ujar Laurin, dikutip dari Podcast FC Magdeburg.
Fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi permainan yang sedang menanjak di kompetisi kasta kedua Liga Jerman atau 2. Bundesliga musim 2025/2026.
Baca Juga: Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
Pemain yang berstatus pinjaman dari VfB Stuttgart ini tengah menikmati titik balik karier yang luar biasa bersama FC Magdeburg.
Hingga pertengahan Februari 2026, ia telah mendapatkan kepercayaan penuh lewat torehan sekitar 20 hingga 21 penampilan di liga.
Catatan waktu bermainnya pun sangat impresif karena telah menyentuh angka lebih dari 1.700 menit di atas lapangan hijau.
Statistik ini sangat berbanding terbalik dengan masa pinjaman singkatnya di SSV Ulm 1846 yang hanya memberinya lima penampilan dengan total 70 menit bermain.
Meski belum mencetak gol, Ulrich sukses menyumbangkan tiga assist penting dan meraih rating rata-rata 7,05 berdasarkan penilaian FotMob.
Kematangannya terlihat dari kemampuannya mengatur tempo permainan, membantu transisi serangan, serta fleksibilitasnya sebagai gelandang serang maupun winger kiri.
Kendati saat ini masih memprioritaskan timnas Jerman, pemain muda ini ternyata masih memberikan celah harapan bagi para pendukung Timnas Indonesia.
"Namun, saya tidak akan pernah bilang tidak. Jadi, saya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan (membela Timnas Indonesia)," tegasnya menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Perjalanan Imran di Jalan Sukabumi-Bogor Berakhir Tragis, Alami Kecelakaan vs Mobil Box
-
Bikin Ketar-ketir Menteri, Prabowo Todong Komitmen Proyek Listrik 100 GW
-
Libur Maulid Tetap Kerja, Tak Ada Tanggal Merah bagi Prabowo dan Kabinetnya
-
Call My Agent! Kembali dengan Cast Lama, Tayang di Netflix 10 September
-
5 Lip Liner untuk Bibir Tebal dan Gelap, Ini Triknya Biar Tidak Menor
-
Bukan Sekadar Estetika! Pohon Tabebuya Jadi Senjata DKI Lawan Polusi Udara
-
Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus
-
Rahasia di Balik Tabebuya Jakarta yang Mekar Saat Cuaca Terik
-
Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi
-
Dari Blitar untuk NTT, 200 Kilogram Sambel Pecel Dikirim untuk Korban Gempa Bumi