- Legenda Juventus, Stefano Tacconi, menyatakan akan senang jika Juventus gagal lolos Liga Champions musim ini.
- Menurut Tacconi, kegagalan tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan revolusi dan perombakan total skuad secara menyeluruh.
- Tacconi menyoroti bahwa kekuatan agen pemain saat ini menjadi tantangan utama dalam merealisasikan perombakan skuad tersebut.
Suara.com - Pernyataan mengejutkan datang dari legenda Juventus dan timnas Italia, Stefano Tacconi.
Mantan kiper andalan era 1980-an itu mengaku justru akan senang jika Juventus gagal lolos ke Liga Champions musim ini.
Menurut Tacconi, kegagalan tersebut bisa menjadi momentum besar untuk melakukan revolusi skuad secara menyeluruh.
Situasi Juventus memang sedang tidak baik. Si Nyonya Tua kalah dalam empat dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Di Serie A, mereka hanya mengumpulkan satu poin dari tiga laga terakhir. Posisi di klasemen pun terancam, tertinggal empat angka dari Napoli dan AS Roma di zona empat besar.
Dalam laga berikutnya, Juventus dijadwalkan bertandang ke markas Roma, pertandingan yang bisa menentukan nasib mereka dalam perebutan tiket Liga Champions.
Alih-alih khawatir, Tacconi justru melihat sisi positif dari kemungkinan kegagalan tersebut.
“Saya bahkan akan senang. Pada titik itu, klub bisa menyingkirkan banyak pemain dan memberi ruang bagi pemain level tinggi,” ujar Tacconi seperti dilansir dari Football Italia.
Ia menilai perubahan besar memang sudah seharusnya dilakukan setelah rentetan hasil buruk musim ini.
Baca Juga: Pelatih Bodo/Glimt Sentil Keluhan Inter Soal Lapangan Sintetis: Manchester City Gak Banyak Protes
“Setelah kegagalan seperti itu, semuanya harus berubah. Akan adil jika ada perombakan total. Saya bahkan tidak ingin melihat beberapa wajah itu lagi di lapangan,” tegasnya.
Namun Tacconi juga menyadari tantangan utama dalam melakukan revolusi skuad.
“Ada satu masalah lain: siapa yang mau pemain-pemain ini?” sindirnya.
Ia menyinggung realitas sepak bola modern di mana agen pemain memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah transfer. Menurutnya, karakter dan kepribadian kuat seperti di era sebelumnya mulai sulit ditemukan.
“Sekarang agen yang memegang kendali. Tidak ada lagi kepribadian seperti dulu,” tutupnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Detik-detik Pelatih Inter Milan Ngamuk ke Jurnalis Gegara Ditanya Soal Ini
-
Bruno Fernandes di Ambang Pecahkan Rekor 24 Tahun Ryan Giggs di Manchester United
-
Catatan Tak Masuk Akal Pemain Keturunan Milik Akademi Barcelona, Cetak 145 Gol dari 52 Laga
-
Kurniawan Dwi Yulianto Mulai Bergerak, Timnas Indonesia U-17 Mulai Cari-cari Pemain
-
Berkat Persib dan Dewa United, Ranking Liga Indonesia Melesat Tajam
-
Jalani Salat Tarawih di Austria, Rekan Jay Idzes Dapat Doa Spesial dari Umat Muslim
-
Media Brasil Bongkar Rahasia Eks Real Madrid yang Baru Mualaf, Dituding Jalin Hubungan Terlarang
-
Jalanan Kota Meksiko Jadi Arena Peperangan, FIFA Bakal Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?
-
Kurniawan Dwi Yulianto Pimpin Seleksi Perdana 42 Pemain Timnas Indonesia U-17
-
Kisah Spiritual Frederic Kanoute Mesin Gol Sevilla: Mualaf dan Jadi Penyelamat Masjid