- John Heitinga meninggalkan Tottenham Hotspur meskipun diminta bertahan untuk menyelesaikan sisa kontrak 2,5 tahun.
- Keputusan hengkang dipicu oleh penunjukan Igor Tudor sebagai pelatih baru hanya untuk periode singkat.
- Heitinga mengantisipasi potensi pemecatan kedua dengan datangnya pelatih permanen setelah masa jabatan Tudor.
Suara.com - Alasan pelatih keturunan Indonesia, John Heitinga cabut dari klub Premier League, Tottenham Hotspur akhirnya terungkap.
Meski sempat diminta bertahan usai pemecatan Thomas Frank, Heitinga memilih angkat kaki dari London Utara.
Agen Heitinga, Rob Jansen, membongkar alasan di balik keputusan tersebut. Ia menyebut kliennya sebenarnya masih mendapat kepercayaan dari manajemen Spurs, bahkan diminta menuntaskan kontraknya yang tersisa 2,5 tahun.
Setelah pelatih Thomas Frank didepak, seluruh staf kepelatihan yang mayoritas berasal dari Skandinavia turut dilepas. Namun situasi berbeda dialami Heitinga.
“Dia bahkan diminta untuk tetap tinggal. Klub meminta dia menyelesaikan kontraknya selama 2,5 tahun,” ungkap Jansen dilansir dari Voetbal International.
Meski begitu, Heitinga memilih hengkang. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi internal klub, terutama terkait penunjukan Igor Tudor sebagai pelatih anyar.
Menurut Jansen, penunjukan Tudor yang disebut hanya untuk tiga hingga empat bulan menjadi salah satu faktor utama.
“Tudor datang dengan stafnya sendiri dan hanya untuk beberapa bulan. Situasi seperti itu hampir tidak pernah berhasil. Setelah itu akan datang pelatih lain lagi. Artinya, Heitinga bisa dua kali tersingkir,” jelasnya.
Pertimbangan tersebut membuat Heitinga merasa masa depannya di Tottenham tidak jelas. Ia pun memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya lebih cepat.
Baca Juga: Arteta Puji Mentalitas Arsenal Usai Menang Telak 4-1 di Kandang Tottenham
Menariknya, Jansen mengungkap bahwa Heitinga dan timnya sempat memikirkan peluang menjadi pelatih interim saat posisi Frank terancam.
“Ada kemungkinan dia mengambil alih sebagai pelatih sementara. Itu ada di benak kami. Tapi klub merasa itu terlalu cepat,” beber Jansen.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Arteta Puji Mentalitas Arsenal Usai Menang Telak 4-1 di Kandang Tottenham
-
Arsenal Jaga Jarak Lima Poin, Arteta Ingatkan Viktor Gyokeres Cs Jangan Kepleset Lagi
-
Pelatih Baru Tottenham Justru Sebut Arsenal Tim Terbaik di Dunia Usai Dibantai 1-4
-
Arsenal Bantai Tottenham 4-1, Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres Jadi Mimpi Buruk Derbi London
-
Cara Unik Igor Tudor Jelang Derby London Melawan Arsenal, Ajak Pemain Spurs Makan Malam
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi