- Sidang 115 dugaan pelanggaran finansial Manchester City selesai Desember 2024, tetapi putusan Premier League belum diumumkan.
- Pakar memprediksi Manchester City dapat menghadapi pengurangan 40 hingga 60 poin jika terbukti bersalah.
- Dampak terburuk kasus ini mungkin termasuk mundurnya jajaran direksi jika terbukti ada penipuan korporasi.
Suara.com - Kasus 115 dugaan pelanggaran aturan finansial yang menjerat Manchester City masih belum menemui titik akhir.
Setelah 14 bulan sejak sidang independen digelar, putusan resmi belum juga diumumkan oleh Premier League.
Namun, pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire seperti dilansir dari Mirror, memperingatkan potensi hukuman berat: pengurangan antara 40 hingga 60 poin jika City terbukti bersalah dalam sejumlah dakwaan paling serius.
Proses persidangan atas 115 dugaan pelanggaran finansial yang terjadi dalam periode 2009–2018 telah rampung pada Desember 2024 setelah berlangsung selama 12 pekan.
Meski begitu, komisi independen yang terdiri dari tiga panel senior masih melakukan deliberasi atau proses menimbang, mendiskusikan, dan mempertimbangkan berbagai pilihan secara saksama, rasional, dan inklusif oleh banyak pihak sebelum mengambil keputusan.
Diperkirakan sekitar 500.000 dokumen bukti diajukan oleh kedua belah pihak selama proses berlangsung.
Manchester City sendiri membantah seluruh tuduhan dan dikabarkan tetap percaya diri akan dibebaskan dari dakwaan.
Menurut Maguire, jika merujuk pada preseden sebelumnya seperti kasus Everton dan Nottingham Forest, yang masing-masing dijatuhi pengurangan enam dan empat poin untuk satu pelanggaran dalam periode tiga tahun, maka skala dugaan pelanggaran City jauh lebih besar.
“Kasus City mencakup periode sembilan tahun. Secara logika, Anda bisa menambahkan nol dari sanksi yang dijatuhkan kepada Forest dan Everton. Maka potensi pengurangan 40 hingga 60 poin menjadi masuk akal,” ujarnya.
Baca Juga: Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama
Namun, ia menegaskan bahwa Premier League tidak memiliki kewenangan langsung untuk mendegradasikan City ke League One atau League Two, karena itu merupakan yurisdiksi EFL.
Berbeda dari kasus Financial Fair Play (FFP) biasa, dakwaan terhadap Manchester City disebut menyentuh aspek dugaan penipuan korporasi.
Jika terbukti, implikasinya bisa sangat luas, termasuk restrukturisasi total manajemen klub.
Maguire mencontohkan kasus Juventus di Serie A, di mana jajaran direksi mundur setelah terbukti memberikan laporan gaji pemain yang tidak sesuai fakta.
“Jika terbukti bersalah, bukan hanya soal poin. Bisa saja dewan direksi harus mundur. Ini soal integritas,” tegasnya.
Meski belum ada tanggal pasti, Maguire memprediksi keputusan akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.
Berita Terkait
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama
-
Duit Rp1 T Terbuang Sia-sia, Edwin Van der Sar Sayangkan Nasib Onana di MU
-
Ditekan Habis oleh Everton, Michael Carrick Puji Mental Baja Manchester United
-
Pelatih Baru Tottenham Justru Sebut Arsenal Tim Terbaik di Dunia Usai Dibantai 1-4
-
11 Laga Tersisa, Jarak Sisa 2 Poin, Pep Guardiola Bikin Dengkul Arteta Gemetar
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
-
Justin Hubner Ungkap Sebuah Penyesalan Kepada Lewis Holtby
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
Calvin Verdonk Berpeluang Main di Liga Champions, Lille Semakin Kokoh di 3 Besar
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Makin Gacor di Luar Negeri, Kapan Dinaturalisasi?
-
Pengamat: Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan Top di FIFA Matchday Juni
-
Kekalahan Tipis dari Thailand di Final Piala AFF 2026, Ini Kata Ketum FFI
-
Penundaan Kongres, Tokoh Sepak Bola Jateng Desak PSSI Telaah Konflik Kepentingan
-
2 Pemain Naturalisasi Pilih Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Skandal Pasporgate!
-
Ramadhan Sananta Terancam Tergusur di DPMM FC, Posisinya Digantikan?