- Jordi Amat, bek naturalisasi Persija Jakarta, mencetak gol ketiganya musim ini, melampaui rekor gol pribadinya.
- Sejak pertengahan musim, pemain berusia 33 tahun tersebut beralih peran dari bek tengah menjadi gelandang.
- Pergeseran peran itu berdampak positif, terbukti saat Persija mengalahkan Malut United 3-2 pada 24 Februari 2026.
Suara.com - Musim pertama Jordi Amat bersama Persija Jakarta langsung menghadirkan catatan istimewa.
Bek naturalisasi Timnas Indonesia itu sukses menorehkan rekor pribadi dalam urusan mencetak gol, sekaligus membuktikan dirinya masih relevan di level klub.
Jordi Amat sempat mendapat sorotan setelah meninggalkan Eropa dan melanjutkan karier di Asia.
Ia hijrah ke Johor Darul Ta'zim pada 2022 usai merasakan atmosfer Liga Spanyol dan Inggris, lalu resmi merapat ke Persija pada 2025.
Menariknya, perjalanan Jordi di Indonesia juga diiringi perubahan peran.
Posisi bek tengah yang selama ini identik dengannya perlahan ditinggalkan.
Sejak pertengahan musim, pemain berusia 33 tahun itu lebih sering dimainkan sebagai gelandang.
Pergeseran tersebut dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan distribusi bola sekaligus menutupi penurunan kecepatan yang mulai terasa.
Perubahan peran itu justru membawa dampak positif. Pada Selasa (24/2/2026) malam, Persija menundukkan Malut United dengan skor 3-2 di Stadion Kie Raha.
Baca Juga: Mauricio Souza Blak-blakan Bahas Persaingan Juara Persija vs Persib
Jordi Amat pun menyumbang gol kedua lewat sundulan flick header di tiang dekat.
Gol tersebut menjadi yang ketiga bagi Pemain keturunan Siau tersebut sepanjang musim ini.
Catatan itu sudah melampaui rekor pribadinya sebelumnya yang hanya dua gol dalam satu musim.
Torehan dua gol itu pernah ia bukukan saat membela Eupen pada musim 2021/2022 serta ketika memperkuat Johor Darul Ta'zim di musim 2024/2025.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan waktu sekitar tiga bulan, peluang Jordi untuk menambah koleksi gol masih terbuka.
Musim perdananya bersama Persija pun kini tercatat sebagai periode paling produktif sepanjang karier profesionalnya, sekaligus menandai fase baru dalam evolusi permainannya di lapangan.
Berita Terkait
-
5 Pemain yang Kariernya Melejit Usai Bela Timnas Indonesia
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026
-
Laurin Ulrich Lebih Prioritaskan Jerman Ketimbang Timnas Indonesia
-
3 Pemain Timnas Indonesia Harus Naik Meja Operasi Akibat Cedera Parah
-
Dulu Mereka Bintang Timnas Indonesia Kini Terbuang ke Klub Kecil
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Pemain yang Kariernya Melejit Usai Bela Timnas Indonesia
-
Dulu Mereka Bintang Timnas Indonesia Kini Terbuang ke Klub Kecil
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
-
Laurin Ulrich Lebih Prioritaskan Jerman Ketimbang Timnas Indonesia
-
3 Pemain Timnas Indonesia Harus Naik Meja Operasi Akibat Cedera Parah
-
Pemain Keturunan Rp 347 Miliar Tolak Timnas Indonesia Kini Jadi Aset Emas di Liga Inggris
-
Mauricio Souza Blak-blakan Bahas Persaingan Juara Persija vs Persib
-
11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima
-
Jean-Paul van Gastel Akui PSIM Yogyakarta Sulit Menang Akibat Masalah Struktural Tim