- UEFA menolak banding Benfica mengenai sanksi larangan bermain satu laga untuk Gianluca Prestianni.
- Prestianni dipastikan absen saat Benfica menghadapi Real Madrid pada leg kedua di Santiago Bernabeu.
- Sanksi tersebut diberikan setelah adanya dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam leg pertama.
Suara.com - Kabar buruk datang bagi Benfica jelang leg kedua babak play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026.
UEFA resmi menolak banding yang diajukan klub Portugal tersebut terkait sanksi terhadap winger muda mereka, Gianluca Prestianni.
Dengan keputusan ini, Prestianni dipastikan absen saat Benfica bertandang ke markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu dinihari nanti.
Prestianni sebelumnya dijatuhi sanksi sementara yakni larangan bermain satu pertandingan setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasial dalam leg pertama di Lisbon.
Pada laga tersebut, Real Madrid menang 1-0 dan membawa keunggulan agregat ke Spanyol.
Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah Vinicius menyampaikan laporan kepada wasit Francois Letexier terkait dugaan ucapan diskriminatif.
UEFA menjelaskan bahwa larangan bermain diberikan berdasarkan temuan awal yang dinilai cukup untuk memberikan sanksi sementara.
Benfica sebenarnya telah mengajukan banding dan berharap sanksi tersebut bisa dicabut sebelum leg kedua digelar.
Bahkan, Prestianni tetap ikut sesi latihan resmi di Bernabeu pada Selasa waktu setempat, sebagai bentuk kesiapan jika banding dikabulkan.
Baca Juga: Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
Namun, Badan Banding UEFA menolak permohonan tersebut. Artinya, Prestianni tetap dalam status skorsing sementara dan tidak bisa tampil dalam laga krusial kontra Real Madrid.
Pihak Benfica sebelumnya juga mengakui bahwa peluang banding mereka dikabulkan sebelum pertandingan sangat kecil.
Prestianni telah membantah tuduhan melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Namun proses disipliner tetap berjalan di bawah pengawasan inspektur etika dan disiplin UEFA.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Ada Sosok Pilot Pesawat Tempur di Balik Kengerian Bodo/Glimt di Liga Champions
-
Senyum-senyum Wayne Rooney Diwawancara Reporter Cantik Ini dengan Telanjang Kaki
-
Wakil Presiden Galatasaray Kirim Psywar ke Juventus: Kemenangan 5-2 Bukan Kebetulan!
-
Arsenal Belum Layak, Bayern Munich Jadi Favorit Juara Liga Champions Musim Ini
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Ada Sosok Pilot Pesawat Tempur di Balik Kengerian Bodo/Glimt di Liga Champions
-
Tak Seperti Oknum Suporter di Indonesia, Begini Cara Ekstrem Ultras Klub Italia Kalau Marah
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Senyum-senyum Wayne Rooney Diwawancara Reporter Cantik Ini dengan Telanjang Kaki
-
Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
-
Disikat Persija 2-3, Hendri Susilo Tetap Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United
-
Tak Gentar Kebijakan Jordi Cruyff, Maarten Paes Siap Rebut Posisi Kiper Utama Ajax
-
Wakil Presiden Galatasaray Kirim Psywar ke Juventus: Kemenangan 5-2 Bukan Kebetulan!
-
Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump