Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 | 07:05 WIB
Marc Klok (IG Marc Klok)
Baca 10 detik
  • Indonesia resmi menjadi tuan rumah FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno.

  • Turnamen ini merupakan ajang debut pelatih baru John Herdman bersama Timnas Indonesia.

  • Marc Klok menyoroti pentingnya adaptasi taktik dan pembangunan chemistry dalam skuad Garuda.

Suara.com - Gelora Bung Karno bersiap menjadi saksi bisu kembalinya aksi heroik Timnas Indonesia di panggung internasional.

Jakarta secara resmi terpilih sebagai lokasi pusat penyelenggaraan turnamen bergengsi FIFA Series edisi Maret 2026.

Kompetisi skala global ini dijadwalkan berlangsung meriah mulai tanggal 27 hingga 30 Maret mendatang.

Ajang ini sekaligus menandai babak baru perjalanan Timnas Indonesia di bawah komando arsitek anyar, John Herdman.

Kehadiran mantan pelatih tim nasional Kanada tersebut membawa ekspektasi besar bagi publik sepak bola tanah air.

Empat negara dari konfederasi yang berbeda dipastikan akan saling sikut demi meraih trofi di Jakarta.

Selain tuan rumah, kontestan yang turut serta adalah Kepulauan Solomon, Bulgaria, hingga negara St. Kitts and Nevis.

Partisipasi tim-tim dari berbagai benua ini memberikan warna baru dalam kualitas kompetisi di tanah air.

Marc Klok yang merupakan penggawa senior sekaligus kapten Persib Bandung memberikan respons positif terkait agenda ini.

Baca Juga: Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer

Gelandang naturalisasi tersebut memandang transisi kepemimpinan di kursi pelatih sebagai tantangan yang harus segera dihadapi.

Klok menekankan bahwa seluruh pemain kini berada pada titik awal yang sama untuk membuktikan kualitas mereka.

"Turnamen itu sangat penting saya pikir, karena semua tahu ada staf kepelatihan baru. Kalau ada staf kepelatihan baru, semua mulai dari kosong lagi dengan filosofi berbeda, dengan playing style berbeda, dengan keinginan semua berbeda," ujar Klok.

Pernyataan tersebut mencerminkan adanya perubahan besar dalam cara bermain yang diinginkan oleh John Herdman.

Para pemain dituntut untuk cepat menyerap setiap instruksi dan metode latihan yang diberikan oleh staf pelatih.

Adaptasi yang cepat menjadi kunci utama agar Garuda tidak kehilangan arah saat menghadapi lawan-lawan tangguh.

Pemain bernomor punggung 23 ini menilai teknis di lapangan hijau bukan satu-satunya fokus utama saat ini.

Membangun kedekatan antar pemain atau chemistry dianggap jauh lebih krusial dalam masa transisi kepelatihan seperti sekarang.

Turnamen singkat ini menjadi laboratorium eksperimen yang tepat bagi Herdman untuk meramu komposisi tim terbaiknya.

Klok berharap rekan-rekannya mampu memanfaatkan setiap menit bermain untuk memahami keinginan sang nakhoda baru tersebut.

"Jadi, pasti kita mulai dari kosong dan FIFA Match Series itu adalah momentum untuk bangun tim lagi untuk ke depannya, bikin chemistry, dan ya cari momen dan situasi terbaik dengan pelatih yang baru," terangnya.

Langkah awal Indonesia dalam turnamen ini akan dimulai dengan meladeni kekuatan tim dari zona CONCACAF.

Pertandingan perdana melawan St. Kitts and Nevis dijadwalkan mentas pada tanggal 27 Maret 2026 di Jakarta.

Kemenangan dalam laga pembuka ini menjadi harga mati jika Rizky Ridho dan kolega ingin melaju ke final.

Nasib Indonesia di partai puncak akan bergantung pada hasil laga antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.

Jika berhasil mengamankan poin penuh, antusiasme suporter di stadion diprediksi akan semakin bergejolak menuju laga pamungkas.

Terkait peta kekuatan lawan, Marc Klok mengakui masih cukup asing dengan peta kekuatan tim St. Kitts and Nevis.

Meskipun belum mengenal detail gaya main mereka, ia tetap menaruh rasa hormat dan kewaspadaan yang sangat tinggi.

Klok menyadari bahwa setiap negara yang bertanding di level internasional pasti memiliki keunggulan individu yang menonjol.

"Tidak tahu. Saya lihat juga negara itu, tapi saya belum tahu mereka bagus atau tidak. Tapi ya, pasti kalau kita lihat international stage, pasti semua tim punya kualitas individual dan ada Bulgaria juga," ujarnya.

Sikap waspada ini penting agar skuad Garuda tidak meremehkan lawan yang secara peringkat mungkin terlihat di bawah.

Perhatian khusus justru diberikan Marc Klok kepada Timnas Bulgaria yang dianggap sebagai lawan paling kompetitif.

Pengalaman Klok saat berkarier di Liga Bulgaria bersama klub Cherno More pada 2014 menjadi modal informasi berharga.

Ia memahami betul bagaimana karakteristik fisik dan gaya bermain yang biasanya diusung oleh tim-tim dari Eropa Timur.

Budaya sepak bola Bulgaria yang mengandalkan kekuatan fisik menjadi catatan penting bagi lini pertahanan Indonesia nantinya.

Klok memberikan sedikit gambaran mengenai apa yang akan dihadapi oleh rekan-rekannya jika bertemu dengan negara tersebut.

Menurut pandangan pribadinya, Bulgaria memiliki tipikal pemain dengan postur tubuh yang sangat atletis dan menjulang tinggi.

Karakter permainan mereka tidak terlalu rumit dalam hal kombinasi operan pendek namun sangat efektif dalam menyerang.

"Saya cukup lama main di Bulgaria, jadi saya tahu mereka kuat. Postur besar, orang yang tinggi, kuat, main direct football. Tidak terlalu kombinasi, tapi ya lumayan bagus," ungkap Klok.

Gaya main direct football ini berpotensi merepotkan jika koordinasi lini belakang Indonesia belum solid di bawah pelatih baru.

Turnamen FIFA Series ini pun dipastikan menjadi ujian nyata pertama bagi kecerdikan taktik John Herdman di Indonesia.

Load More