-
Jordi Amat sukses menjalankan peran baru sebagai gelandang bertahan tangguh di skuat Persija Jakarta.
-
Pemain naturalisasi ini berhasil mencetak gol sundulan saat dipercaya mengisi posisi lini tengah tim.
-
Transformasi posisi Jordi Amat menjadi opsi baru bagi strategi John Herdman di Timnas Indonesia.
Suara.com - Sosok Jordi Amat kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air.
Pemain yang sudah menginjak usia 33 tahun tersebut menunjukkan fleksibilitas luar biasa di lapangan hijau.
Bersama Persija Jakarta, ia tidak lagi hanya terpaku pada posisi aslinya sebagai bek tengah utama.
Mauricio Souza melakukan eksperimen berani dengan menempatkan Jordi Amat sebagai sosok gelandang bertahan yang kokoh.
Peran baru sebagai pemain jangkar ini pertama kali ia jalani pada laga tanggal 23 Januari 2026.
Pertandingan melawan Madura United menjadi saksi bisu debut Jordi Amat di posisi gelandang bertahan tersebut.
Hasilnya sangat positif karena tim Macan Kemayoran berhasil mengunci kemenangan cleansheet dengan skor akhir 2-0.
Meskipun sempat dikembalikan ke jantung pertahanan saat melawan Persita, ia kembali menjadi gelandang lawan Bali United.
Konsistensi Jordi dalam beradaptasi dengan kebutuhan tim terlihat jelas dari rotasi posisi yang ia jalani tersebut.
Baca Juga: Ambisi Pribadi Maarten Paes: Tak Ingin Diabaikan Pelatih hingga Mau Jadi Kapten Ajax
Ia kembali ditarik ke belakang saat bersua PSM Makassar sebelum akhirnya maju ke tengah lagi.
Momen krusial terjadi ketika Persija Jakarta harus berhadapan dengan kekuatan tim promosi Malut United musim ini.
Mantan pemain didikan Espanyol itu membuktikan bahwa ia bukan sekadar perusak alur serangan lawan di lini tengah.
Jordi Amat berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat skema permainan terbuka yang sangat cantik sekali.
Ia mencetak gol melalui sundulan kepala yang akurat setelah menyambut umpan matang dari rekan setimnya, Allano de Souza.
Kemampuan mencetak gol ini menambah dimensi baru dalam pola serangan yang dibangun oleh anak asuh Souza.
Secara teknis, Jordi Amat memiliki atribut yang sangat lengkap untuk mengemban tugas sebagai seorang gelandang bertahan.
Ia sangat sigap dalam memutus aliran bola lawan serta memiliki kemampuan membaca arah permainan yang sangat cerdas.
Meski terbiasa bermain pragmatis saat menjadi bek, ia kini terlihat sangat nyaman melakukan umpan satu dua.
Kelebihan utama yang ia miliki adalah akurasi umpan diagonal jarak jauh yang sangat presisi dan mematikan sekali.
Umpan terobosan miliknya seringkali membuat barisan pertahanan lawan menjadi kacau balau dalam sekejap saja di lapangan.
Potensi umpan-umpan jarak jauh Jordi Amat diprediksi akan menjadi senjata rahasia Persija di sisa kompetisi musim ini.
Kehadirannya di lini tengah menjadi opsi darurat yang mewah saat stok gelandang murni tim sedang menipis sekali.
Darah biru Kerajaan Siau yang mengalir dalam tubuhnya seolah memberikan ketenangan luar biasa saat ia memegang bola.
Kualitas ini tentu tidak luput dari pengamatan pelatih Timnas Indonesia saat ini yakni pelatih John Herdman.
Kemampuan multiposisi Jordi Amat bisa menjadi solusi cerdas bagi skuat Garuda jika sektor bek tengah penuh.
Penampilan impresif sebagai gelandang bertahan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut tergantung pada situasi strategi pertandingan.
Lawan-lawan dengan lini tengah yang kuat dipastikan akan mendapat tantangan berat jika Jordi dipasang sebagai pemutus serangan.
Fleksibilitas taktik ini memberikan keuntungan besar bagi Persija Jakarta dalam mengejar target posisi klasemen tertinggi musim ini.
Publik kini menanti apakah eksperimen posisi ini akan dipatenkan secara permanen atau hanya menjadi solusi sementara saja.
Satu yang pasti, kualitas Jordi Amat tetap terjaga meski harus bermain lebih maju dari posisi alaminya semula.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tanpa Bojan Hodak, Persib Tetap Optimistis Gilas Madura United di GBLA
-
MU Siap Redam Persib, Absennya Bojan Hodak Tak Dianggap Keuntungan
-
Era Baru Timnas Indonesia, Marc Klok Bicara Chemistry dan Filosofi Jelang FIFA Series 2026
-
Kejutan Besar Playoff Liga Champions: Atalanta Menang Dramatis dan Nasib Tragis Juventus di Kandang
-
Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Jawa Ini Jadi Opsi Terbaik Lini Pertahanan Timnas Indonesia
-
Pengganti Bojan Hodak Buka Suara Redam Serangan Tengah dan Set Piece Madura United
-
Selamat Tinggal Bojan Hodak
-
Timnas Indonesia Jamu 3 Negara di GBK, Marc Klok Sebut Momentum Adaptasi Taktik John Herdman
-
Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?
-
Allano Lima Raja Assist Tapi Banjir Kartu, Mauricio Souza: Fokus Menang Jangan Kritik Terus!