Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 | 06:50 WIB
Ole Romeny (KitaGaruda)
Baca 10 detik
  • Ole Romeny dikritik tajam karena gagal mencetak gol dalam 15 laga Oxford United.

  • Sejumlah striker lokal seperti Ezra Walian dan Eksel Runtukahu tampil sangat produktif.

  • John Herdman mencari opsi penyerang baru guna menghadapi lawan kuat di FIFA Series.

Suara.com - Agenda besar FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta semakin mendekat bagi Indonesia.

Publik sepak bola tanah air kini mulai mengalihkan fokus pada daya gedor lini depan.

Pelatih kepala John Herdman dituntut segera menemukan formula paling efektif agar penyerangan Garuda mematikan.

Kekhawatiran publik muncul akibat grafik performa Ole Romeny yang sedang terjun bebas di Inggris.

Tumpulnya insting gol sang pemain bersama Oxford United menjadi isu utama yang sangat meresahkan.

Statistik mencatat Ole Romeny belum mampu memecah telur golnya di tanah Britania Raya tersebut.

Dalam 15 pertandingan yang telah dilalui oleh Ole Romeny di semua kompetisi, tida ada satu gol pun berhasil dicetak.

Kenyataan pahit ini memicu gelombang kritik pedas dari para pendukung setia klub The Yellows.

Situasi tersebut dianggap sebagai sinyal merah bagi ambisi Indonesia di kancah internasional mendatang.

Baca Juga: Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer

Sebagai tuan rumah, Indonesia memikul beban berat untuk selalu menang di stadion milik sendiri.

Level kompetisi FIFA Series 2026 dipastikan akan sangat menguras tenaga fisik serta mental pemain.

Sangat berbahaya jika tim kebanggaan nasional hanya mengandalkan pemain yang sedang kehilangan kepercayaan diri.

Terlebih lagi, skuad Garuda akan berhadapan dengan tim-tim kuat yang berasal dari benua berbeda.

Bulgaria akan datang membawa kekuatan fisik khas Eropa sebagai perwakilan resmi dari federasi UEFA.

Kepulauan Solomon siap memberikan kejutan dari wilayah OFC dengan gaya permainan yang tidak terduga.

St. Kitts and Nevis dari zona CONCACAF juga menjadi lawan tangguh yang sangat diwaspadai.

Di tengah kegalauan posisi depan, para penyerang lokal di Super League justru tampil sangat luar biasa.

Fenomena produktivitas striker domestik ini bisa menjadi berkah tersendiri bagi taktik baru John Herdman.

Ezra Walian muncul sebagai kandidat terkuat setelah tampil heroik bersama skuad Persik Kediri musim ini.

Ezra Walian sedang dalam performa menawan bersama Persik Kediri di Super League.

Ia sukses menciptakan enam gol sekaligus menjadi top skor pemain lokal bersama Yakob Sayuri.

Capaian impresif tersebut membuktikan bahwa pemain jebolan akademi Ajax ini masih sangat layak diperhitungkan.

Selain Ezra, nama Eksel Runtukahu dari Persija Jakarta juga mulai santer dibicarakan pengamat sepak bola.

Eksel dianggap memiliki atribut agresivitas yang sangat sesuai dengan pola permainan modern saat ini.

Kemudian, Eksel Runtukahu pun bisa menjadi opsi menarik bagi John Herdman untuk mengisi posisi striker.

Sejauh ini, ia telah sukses mencatatkan empat gol untuk Persija Jakarta dalam kompetisi domestik.

Nama besar lain yang tidak boleh dilupakan adalah sosok predator naturalisasi kawakan, Ilija Spasojevic.

Meskipun sudah senior, ketajaman Spaso di depan gawang lawan masih tetap menjadi momok menakutkan.

Selanjutnya, ada pemain naturalisasi senior yang memperkuat Bhayangkara FC, Ijlia Spasojevic.

Ia sukses mencatatkan namanya di papan skor sebanyak empat kali bagi tim berjuluk The Guardians.

Selain itu, Irfan Jaya memberikan dimensi serangan berbeda melalui kecepatan lari yang sangat eksplosif.

Kemampuan Irfan mengisi berbagai posisi di depan membuatnya menjadi kartu as bagi pelatih manapun.

Irfan Jaya pun menjadi salah satu pemain yang menarik untuk dipertimbangkan oleh jajaran pelatih.

Bersama Bali United, ia sukses mencetak tiga gol sekaligus menjadikannya masukk daftar top lima striker lokal tertajam.

Keberagaman profil pemain ini memberikan fleksibilitas taktis yang sangat luas bagi tim nasional Indonesia.

Hokky Caraka dan Saddil Ramdani juga terus menunjukkan progres yang positif di level klub masing-masing.

Nama Heri Susanto pun turut meramaikan bursa penyerang yang siap dipanggil membela panji Merah Putih.

Kehadiran para pemain ini diharapkan mampu memberikan persaingan sehat demi tempat utama di timnas.

John Herdman kini memiliki banyak materi untuk meramu lini depan yang jauh lebih kompetitif lagi.

Kesiapan fisik dan ketajaman penyelesaian akhir menjadi kunci utama kesuksesan di ajang FIFA Series.

Load More