-
Konflik militer menyebabkan Liga Iran berhenti dan mengancam posisi mereka di Piala Dunia 2026.
-
Mehdi Taj menyatakan keraguan besar bagi Iran untuk tampil akibat serangan dari Amerika Serikat.
-
FIFA dan AFC hingga kini belum memberikan keputusan resmi terkait status partisipasi sepak bola Iran.
Suara.com - Ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan militer besar kini mulai merambah ke dunia olahraga internasional khususnya sepak bola di Piala Dunia 2026.
Kondisi keamanan yang tidak menentu memaksa otoritas olahraga mengambil langkah drastis demi keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola di Iran secara resmi telah diputuskan untuk berhenti beroperasi sementara waktu.
Penghentian liga domestik tersebut belum memiliki tenggat waktu yang pasti karena sangat bergantung pada situasi peperangan.
Eskalasi konflik yang terjadi saat ini menjadi indikator utama apakah aktivitas sepak bola bisa kembali berjalan normal.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai masa depan tim nasional mereka di kancah global.
Situasi di lapangan yang melibatkan serangan militer membuat persiapan teknis maupun mental pemain menjadi sangat terganggu.
"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menaruh harapan pada Piala Dunia," kata Taj dilansir dari Marca.
Pernyataan tersebut mencerminkan pesimisme yang kuat mengingat lokasi penyelenggaraan turnamen berada di wilayah negara lawan.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
Meski demikian, pihak federasi masih menunggu arahan lebih lanjut dari badan sepak bola tertinggi di dunia.
Kewenangan untuk menentukan nasib keikutsertaan sebuah negara dalam turnamen internasional tetap berada di bawah kendali penuh otoritas pusat.
Pihak Iran menyadari bahwa mereka tidak bisa mengambil keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan regulasi global yang berlaku saat ini.
"Akan tetapi para pemimpin olahraga [FIFA] yang harus memutuskan hal itu," ujarnya menegaskan posisi Iran dalam turnamen sepak bola sejagad tersebut.
Hingga detik ini, belum ada pernyataan resmi dari Zurich mengenai status keanggotaan maupun partisipasi Iran nantinya.
Dunia internasional kini tengah menantikan bagaimana respons organisasi tersebut terhadap krisis yang sedang melanda kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji