- Manajer Pep Guardiola mengecam keras sebagian suporter yang mencemooh jeda pertandingan City versus Leeds United (28/2/2026) saat berbuka puasa.
- Penghentian singkat laga pada menit ke-13 di Elland Road dilakukan sesuai protokol Premier League demi menghormati pemain Muslim.
- Kick It Out menyatakan bahwa reaksi negatif tersebut mengecewakan karena penghormatan jeda buka puasa adalah protokol resmi sejak 2021.
Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengecam tindakan sebagian suporter yang mencemooh penghentian sementara laga kontra Leeds United demi memberi kesempatan pemain Muslim berbuka puasa saat Ramadan 2026.
Pertandingan Premier League yang berlangsung di Elland Road, Sabtu (28/2/2026), sempat dihentikan pada menit ke-13 ketika matahari mulai terbenam. City akhirnya menang tipis 1-0.
Penghentian singkat tersebut telah disepakati sebelumnya oleh kedua kapten tim dan mengikuti protokol Premier League yang berlaku sejak beberapa tahun terakhir.
Saat pemain menuju pinggir lapangan untuk minum dan mengonsumsi suplemen ringan, terdengar suara ejekan dari sebagian tribun.
Pihak stadion bahkan menampilkan pesan di layar besar yang menjelaskan bahwa laga dihentikan sejenak untuk menghormati Ramadan.
“Ini dunia modern, bukan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini. Hormati agama, hormati keberagaman, itu intinya,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut seperti dilansir dari Mirror.
Guardiola menegaskan bahwa jeda satu hingga dua menit untuk berbuka tidak mengganggu jalannya pertandingan.
“Premier League mengizinkan satu atau dua menit untuk pemain yang berpuasa. Kami hanya memberi sedikit vitamin karena Rayan Cherki dan Rayan Ait-Nouri tidak makan sepanjang hari. Tidak lebih dari itu. Pertanyaannya, apakah mereka boleh melakukannya atau tidak? Apa masalahnya?” ujarnya.
Menurutnya, sepak bola harus menjadi ruang inklusif yang menghargai latar belakang dan keyakinan setiap pemain.
Baca Juga: Sulit Tembus Skuad Utama, Elkan Baggott Didesak Tinggalkan Ipswich Town Musim Depan
Badan anti-rasisme Inggris, Kick It Out, turut mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyebut reaksi negatif tersebut sangat mengecewakan.
Organisasi itu menegaskan bahwa penghentian laga untuk berbuka puasa telah menjadi protokol resmi sejak 2021 dan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan sepak bola yang ramah bagi komunitas Muslim.
“Sepak bola masih memiliki jalan panjang dalam hal edukasi dan penerimaan,” bunyi pernyataan tersebut.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya
-
Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo