- Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1 di Emirates Stadium pada Minggu (2/3/2026), memperlebar keunggulan lima poin di puncak Liga Inggris.
- Legenda Yaya Toure menilai performa Arsenal belum meyakinkan, menyoroti absennya kapten Martin Odegaard karena cedera.
- Patrick Vieira menekankan pentingnya tiga poin, namun kecewa karena Arsenal terlalu mengandalkan bola mati saat melawan Chelsea.
Suara.com - Pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, kembali menegaskan ambisi juara usai menundukkan rival sekota Chelsea dengan skor 2-1 di Emirates Stadium, Minggu (2/3/2026) dini hari WIB.
Namun, legenda Manchester City, Yaya Toure, justru menilai performa The Gunners belum sepenuhnya meyakinkan.
Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol William Saliba sebelum Chelsea menyamakan kedudukan akibat gol bunuh diri Piero Hincapie.
Penentuan kemenangan hadir di babak kedua ketika Jurrien Timber menanduk bola hasil situasi bola mati.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal kembali memperlebar jarak menjadi lima angka dari Manchester City yang sebelumnya menang 1-0 atas Leeds United. Persaingan gelar Liga Inggris pun kian memanas.
Meski meraih kemenangan penting atas juara Piala Dunia Antarklub itu, Toure mengaku sedikit kecewa dengan cara Arsenal bermain.
Berbicara di Sky Sports, mantan gelandang City itu menilai Arsenal tampak kurang bebas dalam mengekspresikan permainan mereka.
“Manchester City kembali dengan baik. Arsenal tampil bagus sejak awal musim tapi mereka sempat kehilangan beberapa poin,” ujar Toure.
Ia menyoroti absennya kapten tim, Martin Odegaard, sebagai faktor penting.
Baca Juga: Pep Guardiola Murka, Fans Ejek Jeda Buka Puasa di Premier League
“Odegaard adalah pemain brilian. Dia bermain di antara lini, pergerakannya sangat bagus. Bagi saya, dia kehilangan besar untuk tim ini,” tegasnya.
Odegaard absen saat melawan Chelsea karena cedera ringan.
Ia bahkan belum menjadi starter dalam sembilan laga terakhir Arsenal di semua kompetisi, sebagian karena faktor kebugaran dan juga persaingan di lini tengah, termasuk kehadiran Eberechi Eze.
Tak hanya Toure, legenda Arsenal Patrick Vieira juga menyampaikan kekecewaannya, meski tetap menekankan pentingnya hasil akhir.
“Yang terpenting adalah tiga poin. Itu sangat penting,” kata Vieira.
Menurutnya, Arsenal terlalu mengandalkan bola mati dalam laga tersebut.
“Kami ingin melihat lebih banyak peluang terbuka. Untuk ukuran derby, ini agak aneh karena semua gol datang dari situasi set-piece,” tambahnya.
Vieira menilai tekanan dalam perburuan gelar bisa memengaruhi gaya bermain Arsenal. Maklum, klub asal London Utara itu sudah 22 tahun tidak merasakan gelar Liga Inggris.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Pep Guardiola Murka, Fans Ejek Jeda Buka Puasa di Premier League
-
Chelsea Olivia Ceritakan Kronologi Alami Gangguan di Rahim, Menstruasi Tak Kunjung Berhenti
-
Respons Michael Carrick Usai Bawa Man United Comeback dan Tembus Tiga Besar Liga Inggris
-
Mentalitas Juara! Arsenal Libas Chelsea 2-1, Duduk Manis di Puncak Klasemen
-
Arne Slot Puas Liverpool Hajar West Ham, tapi Bukan Performa Terbaik Musim Ini
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026