Bola / Bola Indonesia
Senin, 02 Maret 2026 | 15:05 WIB
Striker Timnas Iran, Mehdi Taremi (tengah). [AFP]
Baca 10 detik
  • Ketua Federasi Iran ragu timnya bisa tampil di ajang Piala Dunia 2026 mendatang.

  • FIFA menjamin keamanan turnamen dan tetap berkomunikasi dengan tiga negara tuan rumah terkait.

  • Irak dan Uni Emirat Arab menjadi kandidat terkuat pengganti jika Iran resmi mundur.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional mengenai potensi absennya negara kuat Asia di Piala Dunia 2026.

Nasib keikutsertaan Timnas Iran pada ajang Piala Dunia 2026 kini berada dalam ketidakpastian yang sangat besar.

Mehdi Taj selaku Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memberikan pernyataan yang memicu spekulasi global tersebut.

Pihaknya secara terbuka meragukan partisipasi tim nasional mereka pada pesta sepak bola empat tahunan tersebut.

Pernyataan ini langsung menjadi pusat perhatian mengingat status Iran sebagai salah satu raksasa sepak bola Benua Kuning.

Dalam sebuah sesi wawancara, Mehdi Taj mengungkapkan isi hatinya yang lebih condong untuk tidak memberangkatkan tim.

“Secara pribadi, saya lebih memilih untuk mundur dari Piala Dunia, dan sepertinya kami tidak mungkin bisa menantikan turnamen itu,” ujar Taj dilansir TNT Sports.

Kalimat tersebut memberikan sinyal bahwa ada kendala internal atau eksternal yang menghambat langkah mereka.

Namun, kendali utama mengenai status kepesertaan ini tetap berada di bawah otoritas badan tertinggi sepak bola dunia.

Baca Juga: Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi

Taj menyadari bahwa keputusan akhir mengenai kehadiran mereka bukan murni kebijakan federasi domestik semata.

Menanggapi gejolak tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA yakni Mattias Grafstrom memberikan penjelasan terkait situasi terkini.

FIFA berkomitmen untuk memastikan segala aspek penyelenggaraan berjalan sesuai rencana tanpa ada hambatan keamanan.

Grafstrom menekankan bahwa pihaknya fokus pada keselamatan setiap delegasi yang akan bertanding di tiga negara tuan rumah.

"Kami baru saja mengadakan undian fase grup di Washington dengan seluruh tim ikut berpartisipasi, dan fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman bersama some tim."

"Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah negara tuan rumah. Semua orang akan aman," kata Grafstrom.

FIFA terus memantau perkembangan dan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Apabila pengunduran diri Iran benar-benar terjadi, FIFA dipastikan akan mencari solusi untuk mengisi kekosongan slot.

Kuota delapan wakil dari konfederasi Asia atau AFC diperkirakan akan tetap dipertahankan sesuai regulasi awal.

Dua negara yang kini disebut sebagai calon terkuat untuk mengambil alih posisi tersebut adalah Uni Emirat Arab dan Irak.

Sebelumnya, Iran melenggang ke putaran final setelah sukses mendominasi sebagai jawara di Grup A kualifikasi.

Sementara itu, posisi Uni Emirat Arab berada di peringkat ketiga di bawah Iran pada klasemen akhir grup tersebut.

Media ternama asal Spanyol, AS, memberikan pandangan mengenai skenario tercepat untuk mengatasi masalah kekosongan ini.

Salah satu opsinya adalah mempromosikan UEA secara langsung ke putaran final untuk menggantikan slot Iran.

Akan tetapi, langkah ini dianggap berisiko memicu perdebatan panjang mengenai asas keadilan bagi tim lain.

Di sisi lain, Timnas Irak dinilai mempunyai argumen yang jauh lebih solid untuk naik kasta ke putaran final.

Hal ini didasari pada keberhasilan Irak mengalahkan UEA dalam babak kualifikasi putaran kelima sebelumnya.

Irak diketahui menang atas UEA dengan keunggulan agregat skor 3-2 dalam pertandingan dua leg yang sengit.

Saat ini, Irak sebenarnya sedang bersiap menghadapi babak play-off antar-konfederasi melawan Bolivia atau Suriname.

Pertandingan penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung di wilayah Meksiko pada penghujung Maret tahun 2026.

Jika Irak langsung masuk ke fase grup, maka UEA bisa saja ditunjuk mengisi tempat Irak di babak play-off.

Perubahan skema ini masih bersifat spekulatif dan menunggu arahan resmi dari komite kompetisi FIFA.

Lalu muncul pertanyaan besar mengenai posisi Timnas Indonesia dalam pusaran drama pengunduran diri Iran ini.

Kesempatan bagi Skuad Garuda secara regulasi sangat bergantung pada posisi klasemen terakhir di jalur kualifikasi.

FIFA dan AFC akan melakukan evaluasi mendalam jika memang terjadi pergeseran slot secara berantai di Asia.

Walaupun potensi Indonesia masuk sebagai pengganti tergolong sangat kecil, namun segala kemungkinan masih terbuka.

Situasi ini akan terus berkembang mengikuti pengumuman resmi dari federasi Iran dalam waktu dekat.

Jika Iran tetap memilih untuk berpartisipasi, mereka sudah dinanti oleh lawan-lawan tangguh di fase grup.

Timnas Iran dijadwalkan masuk ke dalam Grup G bersama dengan Belgia, Mesir, serta wakil Oseania, Selandia Baru.

Pertandingan grup ini rencananya akan dilangsungkan di dua kota besar, yakni Los Angeles dan Seattle.

Rangkaian laga tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 26 Juni pada tahun 2026 mendatang.

Publik sepak bola kini menanti apakah Iran akan tetap berangkat atau memberikan jalan bagi negara lain.

Load More